Ilmu 'Memegang Daging' dan Meracik Saus

Cooking With Style Exclusive Juni 2004

Ilmu 'Memegang Daging' dan Meracik Saus

- detikFood
Senin, 06 Jun 2005 11:36 WIB
Jakarta - Tak hanya jenis-jenis daging yang dipelajari tetapi juga cara memilih daging bahkan 'memegang' daging ada triknya. Belum lagi urusan per-sausan yang sangat kaya variasi. Setelah info dan tips, ada sesi cicip daging, cicip saus dan cicip saus lagi. Wouw... ternyata asyik ya!Pada sesi pertama Cooking With Style yang bertopik 'Membuat Steak' ini, Pak William Wongso menguraikan tentang jenis-jenis daging sapi yang dikonsumsi manusia. Mulai dari kelas Kobe beef yang tersohor super lembut dan mahal, US Prime yang populer hingga kelas lokal yang terkenal paling liat. Peserta kelompok kedua cooking class ini (kelompok pertama sudah berlangsung pada bulan Mei yl.) memang sebagian besar wanita tetapi bukan berarti pasif dan tak berdaya. Buktinya, waktu pak William memberi contoh soal daging yang empuk, mereka berebut mengajukan pertanyaan.'Setelah daging diperam atau dilayukan barulah enak dimakan,' demikian tegas Pak William. Sebagai bukti ia menumis potongan daging sapi yang sudah dilayukan hanya dengan minyak olive, dan merica. 'Lho kok empuk banget ya... saya boleh nambah lagi dong..,' tutur seorang peserta. Memang daging sapi yang ditumis itu bukan hanya empuk tetapi juga juicy. 'Untuk mengetes daging yang bagus, cukup tekan bagian tengahnya, jika empuk, lunak berarti daging bagus kualitasnya dan siap olah,' jelas Pak William sambil mengedarkan potongan daging sapi yang telah diperam untuk dites oleh peserta.Kecuali steak dari potongan daging sapi, cara membuat burger steakpun diberikan komplet. Untuk menjaga kelembapan daging ditambahkan terung cincang. Terung? Ya, ternyata terung Jepang memberi efek rasa lembut yang enak pada burger. Urusan melapis daging ayam dengan tepung dan keju Parmesan juga menjadi menarik. 'Pokoknya di kelas ini saya memakai bahan kualitas paling atas. Untuk keju Parmesan saya memakai keju Parmegiano Regiano yang paling top di Italia,' jelas Pak William sambil mengajak peserta mencicipi keju ini. Sesi peragaan pembuatan saus tak kalah menarik. Dimulai dengan pembuatan Bernaise Sauce yang memakai sistem tim. 'Kalau langsung di atas api sausnya nggak bakal lembut tapi malah jadi telur dadar,' ujar pak William. Dari Saus Bernaise ini bisa ditambahkan mustard, saus tomat, atau saus cabai. Tiap variasi rasa baru dari saus bernaise ini, peserta pun mencicip sambil memberi komentar. 'Khusus untuk Madeira Sauce, modalnya memang harus besar. Karena Madeira sebotol harus direbus hingga susut tinggal seperempatnya. Makin bagus kualitas Madeira makin enak sausnya tapi harganya juga makin mahal,' jelasnya. Rasa dan aroma saus Madeira ini memang sangat enak sekaligus unik apalagi jika disantap dengan lamb chops!Waktu 3 jam terasa singkat karena padatnya info dan tips yang dibagi oleh Pak William. Akhirnya acara ditutup dengan undian door prize. Christine yang sudah lama tidak muncul di Cooking With Style beruntung membawa pulang voucher dari William Wongso. Makan siang bermenu komplet semua yang diperagakan siang itupun segera diserbu oleh peserta. Bagi yang belum kebagian tempat dalam kelas pak William jangan kecil hati, bulan Juli kami bakal membuka kelas dengan topik menarik. Nah, rajin-rajinlah mengecek detikfood. Sampai jumpa ya... (Odi/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads