Ini Cerita Rio Dewanto dan Chicco Jerikho Soal Bisnis Filosofi Kopi

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 28 Jun 2017 14:04 WIB
Foto: Hanif Hawari/detikHOT Foto: Hanif Hawari/detikHOT
Jakarta - Bermula sebagai penikmat kopi, Rio Dewanto dan Chicco Jerikho makin paham kopi saat membintangi Filosofi Kopi. Keduanyapun punya cerita unik soal kopi.

Ditemui detikFood (22/6), Rio bercerita bisnis kedai Filosofi Kopi-nya masih bertahan hingga kini. Pemilihan Melawai sebagai lokasi pertama kedai juga bukan tanpa alasan.

"Di Melawai itu lokasi anak muda suka kumpul. Dua tahun lalu buat Filosofi Kopi di sana. Target market kita awalnya mikir anak muda, tapi ternyata nggak," tutur Rio yang baru saja dikaruniai putri cantik ini.

Ini Cerita Rio Dewanto dan Chicco Jerikho Soal Bisnis Filosofi KopiFoto: Bisnis Filosofi Kopi terus berkembang (detikFood)


Baca Juga: Chicco Jerikho dan Rio Dewanto: Bisnis Kopi Indonesia Sangat Menjanjikan

Ia melanjutkan, "Bisa dilihat ada mahasiswa, mbak-mbak berhijab, yang pojok ada keluarga lengkap. Di luar ada juga anak punk. Jadi bener-bener seluruh segmen. Nggak bisa kita patokin segmen kita siapa."

Sang sahabat, Chicco Jerikho menimpali, "Kalau kita lihat, Melawai juga jadi tempat nongkrong hits di tahun 1980-1890an. Tapi semenjak tahun 2000an sudah mulai sepi anak muda. Nah kita berharap adanya Filosofi Kopi bisa kembali meramaikan Melawai."

Populernya Filosofi Kopi kini juga merambah ke Yogyakarta. "Kita baru buka di Jogja, di Palaga. Konsepnya Rumah Joglo. Kita lihat di sana banyak coffee shop baru tapi mereka mencoba membawa Jakarta ke sana. Kalau kita coba angkat Jogja-nya," ujar Chicco.

Karenanya Filosofi Kopi Jogja akan menghadirkan lesehan. "Orang tetap bisa menikmati kearifan lokal di sana," sambung Chicco.


Ini Cerita Rio Dewanto dan Chicco Jerikho Soal Bisnis Filosofi KopiFoto: Biji kopi lokal dipakai di Filosofi Kopi (Thinkstock)


Baca Juga: Saat Lebaran Rio Dewanto Selalu Menantikan 2 Hidangan Ini

Keduanya bercerita baru-baru ini menemukan kopi enak di Palu. "Ada kopi robusta yang rasanya bener-bener kayak Arabica. Orang kan tahunya Sulawesi ada kopi Toraja, Enrekang. Tapi jarang yang tahu dari Palu. Banyak daerah yang belum diekspos," ujar Chicco.

"Kita juga sempat diundang ke festival kopi di sana. Seruput Masal, ada 4000 orang," pungkas Rio. (msa/odi)