Ini Bedanya Mie Instan Korea, Jepang dan Indonesia

Maya Safira - detikFood Selasa, 20 Jun 2017 16:13 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Di negara-negara Asia beredar ragam jenis mie instan. Tiap mie tentu punya ciri khas. Inilah beda mie instan dari Korea, Jepang dan Indonesia.

Mie instan sudah menjadi pilihan masyarakat di banyak negara Asia ketika ingin menikmati makanan praktis, cepat sekaligus enak. Di pasaran Indonesia, juga bisa ditemui produk mie instan dari negara lainnya. Seperti mie asal Korea, Jepang, Thailand, dan Malaysia. Lalu apa yang membedakan mie buatan Korea, Jepang dan Indonesia?

Ini Bedanya Mie Instan Korea, Jepang dan IndonesiaFoto: Perbedaan mie instan Korea, Jepang dan Indonesia (iStock)


1. Sebutan
Ada perbedaan sebutan antara mie instan Korea dan Jepang. Korea mengenalnya dengan istilah "ramyeon". Sedangkan Jepang menyebutnya "ramen".

2. Berat kemasan
Perbedaan paling mencolok dari mie asal Korea adalah ukurannya yang besar. Untuk kemasan plastik, biasanya berat produk sekitar 115-140 gr. Harganya sekitar Rp 15.000 - Rp 25.000.

Sementara produk mie Jepang ada yang ukuran sedang sekitar 85 gr dan lebih besar sekitar 100-120 gr. Untuk mie Jepang yang banyak di pasaran harganya sekitar Rp 5.000 - Rp 15.000 seperti produk Nissin Gekikara dan UFO.

Produk mie instan Indonesia beratnya sekitar 70-85 gr. Kecuali mie jumbo dengan ukuran sekitar 130 gr. Harganya sekitar Rp 2.500 - Rp 5.000.

Baca Juga: Selain Samyang, Ini 7 Mie Instan Populer Asal Korea

Ini Bedanya Mie Instan Korea, Jepang dan IndonesiaFoto: Produk mie instan Korea (Detikfood)



3. Jenis
Mie instan Korea kebanyakan berjenis mie kuah. Varian rasanya mengikuti menu makanan lokal. Seperti rasa kimchi, yukgaejang, jjampong (seafood) dan lainnya. Ada juga rasa populer seperti keju. Untuk jenis tanpa kuah biasanya seperti mie rasa chajangmyeon bersaus hitam, bibimyeon, atau buldak (ayam pedas). Produk Korea juga banyak mengusung citarasa pedas. Mienya pun lebih tebal.

Jepang yang jadi pelopor mie instan juga punya ragam varian. Ada yang berjenis kuah atau goreng (yakisoba). Untuk mie kuah ada yang bercitarasa miso, shio, kitsune udon, kari, shoyu, pedas dan masih banyak lagi rasa unik. Sementara mie gorengnya ada yang diberi tambahan mayonnaise, wasabi mayo, teriyaki dan lainnya.

Mie instan Indonesia punya pilihan kuah dan goreng. Ukuran mienya cenderung lebih kecil dan tipis dibanding Korea. Dari segi rasa juga beragam. Mulai dari rasa kari, ayam bawang, soto, iga penyet, rendang, sambal matah, dan banyak lagi. Kini semakin banyak rasa mie yang disesuaikan dengan makanan Nusantara.

4. Bumbu
Bumbu yang dipakai dalam mie disesuikan dengan citarasanya. Biasanya bumbu mie kuah Korea terdiri dari isian bubuk kaldu dan sayuran kering. Begitu juga dengan mie rasa keju yang diberi bubuk keju.

Untuk mie Indonesia biasanya terdiri dari bubuk kaldu, minyak dan sayuran kering untuk beberapa produk. Sementara mie goreng ada tambahan mie goreng, kecap manis, dan saus. Mie Jepang juga memakai bubuk, minyak, sayuran kering dan mayonaise untuk jenis tertentu.

Baca Juga : Ini Dia 8 Mie Instan Asal Jepang yang Paling Digemari

Ini Bedanya Mie Instan Korea, Jepang dan IndonesiaFoto: Kehalalan produk mie instan (iStock)


5. Kehalalan
Produk mie instan yang beredar di Indonesia sebagian besar sudah bersertifikasi halal. Farid Mahmud, Kepala Bidang Informasi Halal LPPOM MUI, mengatakan kepada Detikfood (20/6),"Sebagian besar mie instan lokal terutama dari produsen besar sudah halal."

Mengenai mie instan asal Korea, Farid mengatakan ada yang sedang dalam proses sertifikasi halal MUI. Sebenarnya beberapa produk mie instan Korea sudah mendapat label halal KMF (Korea Muslim Federation). Akan tetapi belum ada pengakuan untuk KMF dari MUI.

Mie produksi Jepang sudah ada beberapa yang mendapat sertifikasi halal. Di pasaran ada mie instan produksi Nissin seperti Gekikara Ramen dan Mikuya Ramen yang berlabel halal MUI. (msa/odi)