Prancis Tempati Posisi Teratas di World Pastry Cup 2017

Sonia Permata Basoni - detikFood Jumat, 27 Jan 2017 08:14 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Tahun ini Prancis berjaya di World Pastry Cup. Sekaligus menjadi peraih mendali emas terbanyak sepanjang sejarah Pastry World Cup.

Raih juara pertama dalam ajang World Pastry Cup, Prancis berhasil mengalahkan dua pesaing utamanya, Jepang dan Swiss. Keduanya berurutan menempati juara dua dan tiga. Lebih dari 20 tim yang bersaing di awal pekan ini untuk merebutkan gelar pastry chef terbaik di dunia.

World Pastry Cup ini pertama kali digelar pada tahun 1989 oleh Presiden Pendiri Pastry Chef Dunia, yaitu Chef Gabriel Paillasson. Kompetisi ini diadakan setiap dua tahun sekali. Diikuti oleh para pastry chef muda berbakat dan paling menjanjikan di dunia, lapor fb101 (01/17).
Prancis Tempati Posisi Teratas di World Pastry Cup 2017Foto: Getty Images

Menurut sbs (25/01/17), kompetisi ini diikuti oleh 22 tim. Setiap tim terdiri dari tiga anggota, yaitu pastry chef, pembuat es krim, dan pembuat cokelat. Mereka memiliki waktu 10 jam untuk menciptakan sebuah karya seni yang dapat dimakan dengan desain menarik dan unik. Kemudian akan dinilai melalui panel juri yang dihadiri beberapa chef pastry terkenal.

Prancis memenangkan juara ini dengan desain kue berbentuk seorang gitaris yang terbuat dari gula, dan seorang drummer yang terbuat dari cokelat. Karya ini berhasil memukau panel.

Pastry chef Prancis sudah tak diragukan lagi kualitasnya. Karena Prancis tetap menjadi juara bertahan dengan memiliki mendali emas terbanyak disepanjang sejarah kompetisi pastry kelas dunia ini.
Prancis Tempati Posisi Teratas di World Pastry Cup 2017Foto: Getty Images

Sementara untuk Swiss, tahun ini mereka kurang beruntung karena sebagian dari bentuk Dracula yang berada di atas kue mereka rusak dan patah. Tim Swiss, mampu memperbaiki hiasan kue Dracula mereka dengan cepat sehingga mendapatkan posisi juara ketiga.

Tim Perancis, terdiri dari Jean Thomas Schneider sebagai pembuat es krim, Bastien Girard sebagai pembuat cokelat, Etienne Leroy pembuat kue, dan Gaetan Fiard sebagai pembina tim ini.

"Kemenangan ini membuat kami sangat bangga menjadi bagian dari juara dunia. Saya masih belum mempercayainya. Kami telah membuat dan merancang kue ini selama satu tahun," ungkap Etienne Leroy kepada France 3 setelah turun dari podium. Etienne sendiri memulai karirnya dengan menyelesaikan pendidikan di Hotel School of Orchies dan Centre de Formation de la Chambre des Meitiers di Nancy. (odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com