Tim Kuliner Indonesia Akan Tampilkan Kue Lumpur dan Bir Pletok di 'Frankfurt Book Fair' 2016

Lusiana Mustinda - detikFood Kamis, 22 Sep 2016 11:39 WIB
Foto: Spice It Up/ detikFood Foto: Spice It Up/ detikFood
Jakarta - Selain buku kuliner, Indonesia juga akan terlibat dalam Food Explorer di Frankfurt Book Fair 2016. Aneka sajian tradisional akan diperkenalkan.

Tahun lalu, Indonesia menjadi tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair 2015 dan sukses membumbui kota Frankfurt dan dunia melalui program 'Spice it Up!".

Tahun ini, Indonesia kembali menggelar diplomasi kuliner di Frankfurt pada tanggal 18 hingga 23 Oktober dalam Frankfurt Book Fair 2016.

"Dunia kuliner berubah, dulu orang Asia belajar makanan Barat. Sekarang justru negara Barat banyak yang ingin belajar masakan Indonesia. Indonesia juga bisa dikatakan sebagai 'Juragan Bumbu'," tutur Kestity Pringgoharjono, Koordinator Program Food Explorer.

Kegiatan Food Explorer ini merupakan bagian dari Classroom of the Future. Dua chef Indonesia, Astrid Enricka dan Budi Lee serta siswa-siswa sekolah kejuruan memasak di Jerman (vocational cooking school) akan memasak bersama. Ada sekitar 1.000 pelajar berusia 12-18 tahun dari sekolah-sekolah di Jerman, Austria, Italia dan negara Eropa lain.

Dalam kegiatan ini tentu para siswa akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan dapat mengasah indera 'look, touch, feel, hear dan juga taste'.

"Tahun lalu ternyata ada banyak sekali peminat memasak makanan Indonesia di Food Explorer. Bahkan ada anak usia 6 tahun yang sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini," jelas Astrid.

Bakso beef rendang, kue lumpur, mie goreng, asinan Jakarta, bubur Manado, minuman kunyit asam dan non alcoholic bir pletok menjadi makanan tradisional yang akan dibuat dalam Food Explorer.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Indonesia bekerjasama dengan melibatkan sekolah kejuruan di Jerman. Ini merupakan bentuk kerjasama di bidang kejuruan atau vokasi antara Indonesia dan jerman yang pernah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dan Kanselir Angela Merkel pada bulan April lalu.

Kerjasama baru ini merupakan 'stepping stone' yang penting dalam usaha diplomasi kuliner antara Indonesia dan Jerman.

Selama acara berlangsung setiap harinya akan ada satu menu yang didemokan di Food Explorer selama total lima hari. Ini menjadi salah satu kegiatan yang penting untuk mempromosikan kuliner asli Indonesia. (lus/odi)