ADVERTISEMENT

Kacang-kacangan Bisa Jadi Sumber Asupan Nutrisi yang Murah

Maya Safira - detikFood
Jumat, 03 Jun 2016 12:38 WIB
Foto: iStock/FAO Indonesia
Jakarta - Masih banyak masyarakat dunia yang mengalami masalah kelaparan, termasuk di Indonesia. Kacang-kacangan dapat menjadi solusi kekurangan pangan.

Pada Sidang Umum Tahunan ke-68, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusi 6/2013 telah menetapkan 2016 sebagai Tahun Aneka Kacang Internasional (International Year of Pulses). Inisiatif terhadap penetapan tersebut datang dari Pakistan dan Turki melalui konsultasi dengan negara-negara lain.

Mereka percaya bahwa kacang-kacangan memegang peranan penting guna menghadapi tantangan keamanan pangan dan perubahan iklim. Kacang-kacangan juga berkontribusi pada pasokan sumber makanan yang seimbang dan sehat.



Sebenarnya jumlah masyarakat yang mengalami masalah kekurangan gizi terus menurun dari tahun ke tahun. Akan tetapi saat ini diperkirakan ada 800 juta orang di seluruh dunia yang masih mengalami masalah kelaparan. Sekitar 20 juta orang diantaranya tinggal di Indonesia. Khususnya di daerah miskin dimana daging, produk susu, dan ikan yang menjadi sumber protein sulit dijangkau secara ekonomis. Karena itu kacang-kacangan dapat menjadi solusi masalah tersebut.

Kacang-kacangan merupakan sumber protein yang murah. Selain itu, kacang-kacangan memiliki banyak nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan. Sebab memiliki kandungan protein, asam amino esensial, sumber karbohidrat kompleks, vitamin, dan mineral.

Indonesia kaya akan berbagai jenis kacang-kacangan dan olahannya. Masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di kawasan timur mengkonsumsi kacang-kacangan sebagai bagian dari makanan pokoknya. Seperti catemak jagung, makanan pokok tradisional di Nusa Tenggara Timur yang dibuat dari jagung dan kacang-kacangan.

Untuk mengkampanyekan pentingnya kacang-kacangan bagi Indonesia dan merayakan Hari Kacang-Kacangan Internasional, FAO Indonesia bersama dengan Sekolah Menengah Cikal Amri mengadakan kegiatan "Science Fair on International Year of Pulse 2016" pada Kamis (02/06). Dilansir dari siaran media yang diterima Detikfood, kegiatan berlangsung di Sekolah Cikal Amri dengan dihadiri Jiwon Rhee dari FAO Indonesia.



Jiwon Rhee menyampaikan pentingnya tumbuhan kacang bagi kesehatan dan perubahan iklim. "Kacang-kacangan baik untuk tubuh kita, bermanfaat bagi petani, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Kacang-kacangan akan memiliki peran penting bagi masa depan kita secara berkelanjutan," tutur Jiwon Rhee selaku Associate Professional Officer di Perwakilan FAO di Indonesia.

Ia juga menyebut perlunya promosi kacang-kacangan di Indonesia. "Sudah tiba saatnya bagi kita untuk kembali dan mempromosikan kekayaan dan keberagaman Indonesia melalui berbagai jenis masakan berbahan kacang-kacangan. Kacang-kacangan terbukti sebagai sumber nutrisi penting, menyehatkan, dan murah," tambah wanita ini.

Dalam Science Fair juga diadakan praktek sains dalam mengolah kacang-kacangan bersama anak-anak sekolah setempat. Termasuk workshop membuat tempe, hidroponik, lomba masak, lomba poster digital, dan membuat karya seni dengan bahan dasar kacang-kacangan.



Aisha, siswa kelas 6 SD di Sekolah Cikal mengatakan bahwa Science Fair ini membuka matanya tentang pentingnya kacang bagi kesehatan, serta bagian dari solusi untuk menghadapi perubahan iklim.

"Saya kira ini bagus sekali, saya jadi mengerti bahwa kacang dapat menjadi solusi bagi banyak permasalahan di dunia seperti kelaparan dan kacang juga bernilai gizi tinggi. Saya jadi tertarik untuk makan kacang," ujar Aisha yang berusia 12 tahun. (msa/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT