Ery Ibrahim selaku Kepala Sub Bidang Promosi Wisata Kuliner, Kesehatan, dan Spa Kementerian Pariwisata Kemenpar) Republik Indonesia resmi membuka FJPN 2016 sore kemarin (2/6). Pemukulan gong bersama beberapa pejabatdaerah Kabupaten Sleman menandai dimulainya kemeriahan acara.
"FJPN ini baru pertama kali digelar. Sebelumnya sudah ada festival kuliner di daerah-daerah lain, namun konsepnya berbeda. Kalau di sini, kami ingin mengangkat kuliner-kuliner lokal Sleman yang mungkin belum diketahui banyak orang," ujar Ery.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Dari pantauan detikFood, 30 booth kuliner di FJPN 2016 bukan hanya jajanan pasar saja. Ada beragam jajanan modern dan hidangan utama yang bisa dicicip. Seperti seblak pedas, cilok, siomay, cakwe, nasi bakar, dan nasi bebek. Para penjual datang dari Sleman dan daerah sekitar Yogyakarta, termasuk Solo.
Pencinta jajanan pasar perlu mampir ke booth milik Ibu Bagyo untuk mencicip belasan jenis jajanan pasar. Mulai dari tiwul ayu, gethuk, tiwul alus, lupis, bengawan Solo, cenil, awuk-awuk, grontol, wajik, hingga jadah. Semuanya disajikan apik dengan warna-warni cantik.
![]() |
"Untuk acara ini saya tidak mematok jumlah jajanan pasar yang dibuat. Kira-kira menggunakan 1-3 kg tepung beras dan singkong untuk tiap jajanan pasar yang dibuat. Kalau mau cicip semua dalam porsi kecil juga bisa. Namanya lenjongan", ujar Ibu Bagyo.
Mengenai festival ini, Ery menargetkan 1000 pengunjung selama 2 hari FJPN 2016 berlangsung. "Festival sudah dibuka mulai pukul 11 siang hingga 9 malam. Hari ini ada acara lomba masak dan penampilan spesial grup band Letto. Warga Sleman dan Yogyakarta pastikan mampir ke sini," tuturnya bersemangat.
Ke depannya Ery berharap FJPN 2016 mampu menghadirkan makanan-makanan unggulan daerah. "Bukan tidak mungkin makanan ini nantinya menjadi ikon daerah setempat," pungkasnya. (adr/odi)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN