Jamu Sundal Padukan Racikan Jamu Jawa dengan Lemon dan Delima

Jamu Sundal Padukan Racikan Jamu Jawa dengan Lemon dan Delima

Lusiana Mustinda - detikFood
Senin, 14 Des 2015 07:00 WIB
Foto: detikfood
Jakarta -

Jamu merupakan racikan rempah khas Jawa untuk menjaga kesehatan. Kini, jamu tradisional ini tampil dalam racikan dan kemasan modern.

Berdiri sejak beberapa bulan lalu, Andrea Van Barthold, Marcelia Yovian Djong dan Elisabeth Vania Lee mendirikan jamu dan sambal dengan merek Sundal. Walaupun berkonotasi negatif, kata 'sundal' dipilih karena lebih mudah untuk diingat.

"Berbeda dengan jamu botol yang sudah ada, jamu Sundal menggunakan paduan rasa yang berbeda dan bisa diracik sesuai selera konsumen," jelas Andrea, salah satu pemilik jamu Sundal pada detikFood di kawasan Cikini (12/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiga wanita ini meracik jamu dengan resep peninggalan warisan sang oma. Menurut Andrea, ia banyak belajar tentang berbagai minuman sehat dari sang Oma yang berkebangsaan Belanda tetapi telah lama tinggal di Jawa dan banyak belajar mengenai makanan serta bahan-bahan alami.



Dalam racikannya, jamu memakai rempah segar seperti kunyit, kencur, asam jawa, gula merah dan juga berbagai daun herba. Kecuali itu juga ditambahkan lemon dan delima untuk meminimalisir rasa pahit dan juga meningkatkan khasiat kesehatan.

Selain itu juga ditambahkan air soda untuk menghasilkan sensasi yang berbeda. Rasa jamu kunyit asam yang ditambahkan air soda memiliki rasa yang mirip seperti lemon tea.

Jamu kunyit asam berguna sebagai detoksifikasi tubuh dan jamu beras kencur bisa tingkatkan sistem imun. Selain itu jamu Sundal juga memiliki jamu yang berguna untuk tingkatkan stamina dan juga menjaga kesehatan jantung.

Walaupun dibuat dengan tambahan lemon dam delima, akan tetapi jamu tetap dimasak dengan teknik tradisional. "Kami membuat jamu dengan kuali tanah liat dan dimasak hingga 3 hari dengan menggunakan api kayu," jelas wanita yang pernah mengenyam pendidikan Bisnis Internasional ini.

Andrea beralasan, jika jamu dimasak hingga 3 hari tentu rasanya akan berbeda dan lebih enak. "Jadi prosesnya direbus dulu aneka daunnya terus didinginkan, baru ditambahkan dengan bahan-bahan lainnya," jelasnya.

Beras kencur dan kunyit asam bisa disimpan dalam kulkas sekitar 1 hingga 3 minggu. Untuk ukurannya, jamu Sundal memiliki 3 jenis yaitu ukuran 250 ml, 500 ml hingga 1,2 liter.



Sundal juga memiliki aneka jenis sambal. Ada sambal mangga, sambal kentang balado, sambal cajun, sambal pete, sambal lado, sambal kecap, sambal matah hingga sambal roa.

Racikan sambal yang jadi andalan adalah sambal cibai. Sambal dengan paduan kemiri hingga bawang ini rasanya gurih pedas. Dalam seminggu produksi sambal bisa mencapai 20 hingga 50 botol dan jamu sekitar 30 hingga 50 liter per minggu.

Harga jamu dengan ukuran 250 ml (Rp 27.000), 500 ml (Rp 50.000) dan yang 1,2 liter (Rp 80.000). Untuk sambal ukuran kecil dijual dengan harga Rp 25.000.

Jamu dan sambal Sundal ini masih di produksi secara industri rumahan tanpa penggunaan bahan pengawet. Dibuat sesuai pesanan dan di distribusikan sekitar Jakarta, Semarang dan Surabaya. Karena belum memiliki gerai, Anda bisa memesannya secara online. Melalui Whats app: 08111666676, Email: order@thesundal.com dan Instagram: @thesundal.id



(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads