Rabu (21/10) malam, Novotel Singapore Clarke Quay mengundang blogger Singapura untuk memperkenalkan promosi Indonesian Food Festival. Chef Vindex selaku guest chef, menunjukkan kemampuan meracik hidangan tradisional melalui demo masak di The Square Restaurant Novotel Singapore Clarke Quay.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengawali cooking class, chef Vindex memperkenalkan rempah-rempah segar khas indonesia yang akan digunakan untuk sate lilit. Seperti kunyit, lengkuas, jahe dan lainnya. Fillet ikan kakap menjadi bahan utama sate ini.
"Di Bali biasanya sate lilit dibuat dari ikan saja. Tapi saya tambahkan udang untuk meningkatkan rasa," ujarnya.
Ia juga memberi pengetahuan lain pada blogger. "Awalnya sate lilit sebenarnya pakai daging kura-kura. Lama kelamaan karena keterbatasan jumlah dan adanya larangan penggunaan untuk konsumsi, jadinya pakai daging ikan," tambah chef yang pernah menjadi juri Master Chef Indonesia Season 1.
Kemudian chef mencampurkan cincangan bahan utama, irisan daun jeruk, parutan kelapa, gula merah, bumbu halus, santan kental, garam dan lada. Dengan cekatan ia mengaduk bahan lalu menunjukkan cara melilit sate ke batang serai.
"Sate lilit biasa pakai tusukan dari bambu yang berbentuk pipih atau tebu. Serai dipakai untuk tusukan supaya sate lebih beraroma," ungkap chef.
Sebagai pendamping sate lilit, chef Vindex membuat sambal matah yang juga asal Bali. Sambal ini disebut cocok untuk banyak sajian. Termasuk sate, olahan panggangan, hingga salad.
Kali ini ia meracik sambal matah memakai bawang merah, serai, daun jeruk, cabai rawit, jeruk nipis, garam, terasi dan minyak. Pada langkah terakhir, ia meremas bahan agar lebih lembut saat dimakan.
"Makanan Indonesia tidak semua pedas tapi penuh rempah," ucap chef Vindex sambil mengaduk sambal.
Menu terakhir yang dibuat adalah kambing bumbu rujak. Chef menyebut hidangan ini merupakan variasi dari ayam bumbu rujak asal Jogjakarta.
Saat pengolahannya, chef merendam terlebih dahulu kambing segar dengan asam Jawa yang diberi air. Ini bisa meningkatkan rasa daging jadi lebih enak sekaligus mengempukkannya. Baru kemudian daging dipanggang dan diberi bumbu halus.
Semua racikan chef ini langsung diberikan pada para blooger Singapura untuk dicicipi. Mereka mengakui kenikmatan masakan Indonesia.
"Rasanya enak dan penuh rempah. Seperti sate, biasanya di Singapura menggunakan stik bambu. Sekarang jadi pakai serai sehingga satenya lebih beraroma wangi," tutur Wilson, food blogger yang sudah aktif blogging selama 4 tahun, kepada Detikfood (21/10).
Meski baru pertama mencoba sate lilit dan kambing panggang bumbu rujak, Wilson mengaku pernah mencoba makanan Indonesia lainnya. Misalnya tahu telur dan gado-gado. Sebab ia menyukai saus kacang khas Indonesia.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN