Karena Flu Burung di Amerika Harga Telur Ayam Kini Lebih Mahal Dibanding Dagingnya

Karena Flu Burung di Amerika Harga Telur Ayam Kini Lebih Mahal Dibanding Dagingnya

- detikFood
Rabu, 22 Jul 2015 16:26 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Wabah flu burung yanv menyerang unggas kini melanda peternakan ayam di Amerika. Banyak yam harus dimatikan untuk pencegahan flu burung. Ini berdampak pada harga telur yang menjadi lebih mahal dibanding daging ayam.

Pada bulan April, US Department of Agriculture (USDA) memerintahkan 5 juta ayam di pertenakan lowa dimusnahkan untuk mencegah penyebaran flu burung. Seperti dilansir Munchies (21/07) penyakit ini telah menyebar di seluruh negara bagian Midwestern dan ke West Coast, yang mempengaruhi peternakan di Washington, Oregon, dan California.

USDA menunjukkan bahwa setidaknya 48 juta burung Amerika telah dimatikan dalam upaya pencegahan penyebaran flu burung. Lebih dari 34 juta atau 71% nya ialah telur ayam atau telur yang dikembangbiakkan menjadi ayam. Hal ini membuat harga daging ayam relatif stabil sementara harga telur telah meroket, hampir dua kali lipat dalam beberapa bulan terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada bulan Juni, harga telur melonjak hingga 71,7 persen dari harga di bulan Mei, minggu lalu. Harga-harga konsumen juga melonjak untuk telur New York Grade A dan USDA Grade A. Harga telur naik ke kisaran Rp 25.000 hingga Rp 45.000, dari Rp 25.000 hingga Rp 36.000 untuk tahun lalu.

Harga yang dikeluarkan oleh USDA ini menurut data perkotaan nasional, bukan harga di toko. Jadi ini memungkinkan bahwa telur masih merupakan pilihan protein yang lebih murah di beberapa lingkungan di Amerika.

Dampak flu burung ini juga dirasakan oleh China yang terpaksa mengambil kaki ayam untuk olahan khas masakannya dari negara Brazil. Hal ini membuat resto China juga mengganti telur dalam menu nasi gorengnya dengan menggunakan jagung.

(tan/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads