Limbah Makanan​

Manfaatkan Makanan Sisa, Pengusaha Ini Beri Makan 4.279 Tuna Wisma

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Sabtu, 27 Jun 2015 11:10 WIB
Foto: Foodbeast
Jakarta -

Limbah makanan menjadi salah satu isu penting yang kini dihadapi masyarakat Amerika. Tiap tahun begitu banyak makanan sisa yang masih layak konsumsi terbuang begitu saja. Padahal masih banyak tuna wisma dan warga tak mampu yang membutuhkan makanan.

Guna mengatasi masalah tersebut, pengusaha asal Amerika bernama Komal Ahmad mendirikan Feeding Forward pada tahun 2013. Lewat organisasi non-profit yang didirikannya, Ahmad berusaha memfasilitasi mereka yang ingin menyumbangkan makanan sisa dan masih layak konsumsi kepada mereka yang membutuhkan.

“Bayangkan sebuah stadion sepak bola penuh dengan sampah. Itulah jumlah makanan yang terbuang sia-sia tiap harinya di Amerika,” ujar Ahmad, seperti diberitakan Foodbeast (27/06/15).

Lewat layanan berbasis web di www.feedingforward.com, organisasi yang berbasis di Bay Area, San Francisco ini juga mempercepat proses pendistribusian makanan sisa sebelum kualitasnya menurun atau basi.

Jika sebuah tempat penampungan membutuhkan makanan, perwakilannya dapat mengisi formulir​ permintaan pengirimin makanan secepat mungkin. Begitu juga dengan donatur makanan. Mereka yang memiliki makanan berlebih juga dapat mengisi form​ulir​ untuk mendistribusikan makanannya ke tempat manapun yang membutuhkan.

Sejauh ini, Feeding Forward yang memiliki 88 pegawai telah mampu menyelamatkan makanan sisa senilai 684 ribu poundsterling atau sekitar 14,3 milyar rupiah dan mendistribusikannya pada lebih dari 570 ribu orang.

Feeding Forward juga membantu menyelamatkan lingkungan karena mencegah 3.42 juta pon emisi karbon dioksida masuk dalam atmosfer bumi.

Pada bulan Juni lalu, Ahmad dan beberapa chef serta pengusaha di bidang makanan berkumpul dalam konferensi teknologi makanan di Santa Clara, California. Mereka aktif mendistribusikan makanan sisa pada para tuna wisma dan orang-orang yang kelaparan.

Berbekal wadah makanan dan jaringan yang sudah dimilikinya, tim Feeding Forward berhasil mengumpulkan 6 troli penuh dengan makanan seberat sekitar 2.329 kg. Mereka mendistribusikannya ke penampungan tuna wisma di Bay Area pada 4.279 orang.

“Ini (Bay Area) adalah kota besar yang memiliki limpahan makanan sisa setiap hari. Kami mencoba membuat sebuah contoh. Jika gerakan ini berhasil dilakukan di ​sini, maka gerakan seperti ini juga bisa dilakukan di tempat lain,”​ tutur Ahmad.​

Kedepannya, Feeding Forward berencana memperluas jangkauannya ke Seattle dan Boston. Organisasi ini juga menginginkan semangat berbagi makanan sisa dapat menyebar secara global.
​ ​

(lus/odi)