Teh dari tanaman camelia sinensis umumnya diseduh dengan air hangat dan menjadi pelepas dahaga. Tanaman yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu juga telah menginspirasi Dilmah sebagai produsen teh ternama di dunia untuk memberikan para konsumen dan pecinta teh pengalaman yang unik.
Sejak tahun 1999, Dilmah memulai program tea gastronomy dengan mengajak para chef, sommelier, mixologist dan tea aficionado untuk memperdalam ilmu tentang teh. Juga menampilkan variasi teh sebagai pelengkap untuk menghasilkan sajian yang unik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2007, Dilmah memulai Real High Tea Challenge (RHTC). “Saat itu saya merasa bahwa acara High Tea yang awalnya dirancang untuk menonjolkan teh sebagai minuman favorit nomor 2 di dunia telah bergeser dari tujuan awalnya,” tutur Merrill J. Fernando, selaku pendiri Dilmah saat acara jumpa pers kemarin (24/03/2015).
Bertujuan untuk mengembalikan makna dari acara high tea, Dilmah kembali mengadakan acara 'Real High Tea Challenge' untuk pertama kalinya di Indonesia. Acara ini akan diselenggarakan pada 25 - 26 Maret 2015 di JW Marriott Hotel Jakarta.
Kompetisi teh ini bekerjasama dengan World Association of Chefs Societies. Sebelum diadakan di Indonesia, kompetisi ini sudah berlangsung di banyak negara seperti Kolombo, Sri Lanka, Asutralia, New Zealand, Singapura, UAE, Belanda, Chili, Thailand, Hong Kong, Macau, Perancis dan Malaysia.
Real High Tea Challenge akan diikuti oleh semua profesional kuliner. Hal ini bertujuan untuk mengombinasikan teh dengan tradisi lokal sekaligus menonjolkan seni gastronomi. Dapat menjadi inspirasi para profesional dalam mencari inovasi-inovasi menggunakan teh sebagai bahan baku minuman dan makanan.
Ada 23 hotel bintang 5 dan 4 dari Jakarta, Bandung dan Bali yang turut berpartisipasi dalam kompetisi dua hari ini. Para peserta akan menampilkan karya-karya gastronomy dan mixology dengan bahan dasar teh.
Juri untuk acara RHTC ini adalah Chef Vindex Tengker, juri bersertifikat dari WACS (World Association of Cooks Society) sekaligus mantan ketua Association of Culinary Professionals di Indonesia, Dilhan C. Fernando, tea master sekaligus anak bungsu dari pendiri Dilmah dan Bernd Uber, salah satu juri paling dihormati di WACS. Seluruh penilaian berdasarkan pada panduan WASC.
Pemenang kompetisi ini akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Dilmah School of Tea di Sri Lanka serta berpartisipasi dalam Global Real High Tea Challenge, bersaing dengan pemenang dari 12 negara lain di seluruh dunia.
Selain itu, pemenang juga dapat mempromosikan resep mereka di negara asal masing-masing serta diikutsertakan dalam daftar menu di berbagai acara Dilmah yang diselenggarakan di Indonesia.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN