Sejarah penemuan Chocolate Shooter terbilang sudah agak lama. Pertama kali Dominique membuat cokelat ini di tahun 2007, untuk sebuah pesta yang dihelat oleh Rolling Stones. Namun, ia sendiri tidak pernah terpikir jika ternyata banyak orang yang menyukai ciptaannya ini.
Dominique terinpirasi oleh kakeknya yang dahulu gemar menghirup tembakau. Bedanya, tembakau ia ganti dengan bubuk cokelat, yang dicampur dengan mint dan jahe atau raspberry. Chocolate Shooter yang kemudian menjadi terkenal ke seluruh dunia ini sudah terjual hingga 25.000 buah hingga hari ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chef berumur 46 tahun ini telah bekerja di restoran terbaik seperti The Fat Duck's Heston Blumenthal, elBulli's Ferran dan Albert Adria yang sarat akan inovasi kulinernya. Tak hanya cokelat dan mint, ia juga berinovasi kembali dengan membuat cokelat bubuk dengan bacon dan bawang, tiram, bahkan rumput.
Perjuangan membuat Chocolate Shooters ini juga bukannya mudah. Perlu waktu dan riset yang berulang-ulang karena cokelatnya terlalu kering atau hal lainnya. Apalagi, Dominique sebelumnya menggunakan bubuk cabai untuk percobaan.
Lalu, bagaimana cara menikmatinya? Cokelat bubuk ini ditaruh pada wadah kaca dengan pendorong untuk mendorong bubuk cokelatnya. Anda harus mendekatkan hidung ke alat ini dan menekan tombol. Saat menekannya, bubuk cokelat pun terbang, dan saat itulah Anda menghirup cokelat dengan satu tarikan napas panjang. Aroma cokelat dan mint akan tinggal di dalam kepala Anda kurang lebih sekitar 15 menit.
Harga dari Chocolate Shooter ini 645.000 rupiah per buahnya, dan bubuk ini sudah diekspor hingga Rusia, India, Kanada, Australia, dan Amerika Serikat.
(tan/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN