Produsen makanan asal Nagoya tersebut mengembangkan “wearable tomato” pertama di dunia. Tujuannya adalah memudahkan atlet mengonsumsi tomat yang kaya likopen sambil jogging atau berolahraga.
Menurut juru bicara perusahaan, alat bernama Tomatan tidak dibuat sederhana dan dapat dipakai di tangan. Namun bentuknya lebih mirip dengan tas punggung,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tomatan ditempatkan pada bahu pelari dan bisa diisi 6 tomat berukuran sedang. Nantinya tangan robot dapat mengambil stok tomat kemudian membawanya ke mulut pelari.
Ide pembuatan wearable tomato sendiri muncul ketika salah satu pengembang dari Kagome, Shinegori Suzuki, menyadari bahwa atlet cenderung mengonsumsi pisang sebagai makanan cepat ketika berlari. Akan tetapi Kagome percaya bahwa tomat yang kaya beta-karoten, sitrat dan asam amino dapat menggantikan pisang jika saja bisa disantap secara mudah sambil berlari. Sebab tomat mengandung banyak nutrisi untuk mengatasi kelelahan.
Pengembangan Tomatan pun dimulai musim gugur tahun lalu, bekerjasama dengan Meiwa Denki. Pada titik ini, Kagome hanya membuat satu sample alat. Mesin juga tidak dilengkapi teknologi tinggi seperti akses internet atau kamera.
“Kami lebih fokus membantu pelari menyantap tomat utuh dengan mudah sambil berlari,” jelas juru bicara Kagome seperti dilansir dari Wall Street Journal (23/01/2015).
Tomatan diresmikan pada Kamis (19/02) saat berlangsung acara terkait Tokyo Marathon. Pada Tokyo Marathon (22/02), pelari dari Kagome berpartisipasi menggunakan mesin wearable tomato kecil dengan berat 3 kg bernama Petit-Tomatan.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN