Diam-diam McDonald's Buka Kafe Hipster di Australia

Diam-diam McDonald's Buka Kafe Hipster di Australia

- detikFood
Minggu, 04 Jan 2015 12:29 WIB
Foto: The Corner
Jakarta -

Di gerai McDonald's yang ini, Anda akan menemukan sourdough dan salad quinoa ​bukan beef burger. Rupanya, ​diam-diam ​McDonald's sedang bereksperimen membuka kafe hipster di Australia. Ada apa saja di dalamnya?

McCafe di Camperdown, Sydney, kini dipasangi papan nama 'The Corner'. Kafe ini adalah 'laboratorium percobaan' untuk menu-menu baru McDonald's yang akan mulai dijual di gerai-gerai lain. Kafe semacam ini adalah satu-satunya di Australia, bahkan mungkin di dunia.

Stafnya mengenakan kemeja chambray (semacam jeans) dan jeans berwarna gelap, jauh berbeda dengan seragam McDonald's biasa. Dinding kafenya dipasangi keramik putih dan ada taman herba di dalam kafe.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sandwichnya disajikan di atas talenan kayu, sedangkan kentang gorengnya dihidangkan dalam keranjang kawat seperti di kafe-kafe hipster lainnya. Selain itu, ada sajian dengan daging babi suwir, aneka salad, bubur dengan poached pear, serta aneka cake dan pastry. Sangat berbeda dengan menu McDonald's yang kita kenal selama ini.

Kopi cold-drip ada di deretan menu bersama beberapa kreasi soda dan smoothies. Namun, tak ada macchiato di sini. Bridie Jabour dari situs The Guardian (30/12/2014) menduga hal ini dilakukan untuk menghindari orang mengingat Macca's (sebutan untuk McDonald's Australia).

Tak hanya menampilkan menu yang lebih berkelas dan sehat, The Corner juga memperhatikan segi kualitas. "Kopinya sangat enak. Saya minum espresso dingin dengan susu di dalamnya. Kopinya kuat, tanpa jejak kopi gosong setelahnya," komentar Jabour.

Bagaimana dengan burger yang jadi unggulan McDonald's selama ini? Di The Corner, burgernya diberi baby spinach dan sausnya diganti dengan chutney buatan rumahan. Rotinyapun menjadi brioche. Untuk sarapan pagi, roti bakarnya menggunakan sourdough.

Meski bagian dalamnya terlalu putih dan briochenya tampak simetris seperti buatan pabrik, saat dicicipi rotinya terasa alami. Bagaimanapun juga, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.

Menurut Nick Evershed dari The Guardian, briochenya terlalu manis, lembut, dan sedikit terlalu lembap. "Secara keseluruhan lumayan enak, namun teksturnya kurang mantap dibandingkan makanan sama yang bisa kita dapatkan di kafe lain," ujar Evershed.

Bagaimanapun juga, The Guardian setuju bahwa tak ada rasa bersalah yang tertinggal setelah menyantap hidangan dari The Corner, seperti yang terjadi usai menghabiskan makanan dari McDonald's. Selain itu, seperti diberitakan Independent.ie, menu di kafe ini berganti setiap hari.

(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads