Harga Daging Sapi Naik, Daging Ayam Jadi Isian Sandwich dan Burger di Amerika

- detikFood Jumat, 07 Nov 2014 11:28 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Harga daging sapi di Amerika Serikat naik tajam dipengaruhi oleh melonjaknya angka permintaan dari luar negeri dan kekeringan. Hal ini membuat peternak sapi kekurangan stok.
 
Harga daging sapi sekarang berkisar di angka $2,18 (Rp.27.000) per 500 gram. Harga ini naik sekitar 24 persen dari tahun lalu. Melonjaknya harga daging sapi membuat beberapa restoran cepat saji seperti Burger King, Wendy's, dan McDonald's yang memakai daging sapi sebagai isian menu mereka mengalami kerugian.
 
Namun setiap restoran cepat saji memiliki cara jitu untuk mengatasi hal ini. Restoran lainnya yaitu Arby's yang terkenal dengan sandwich daging panggangnya bahkan memperbaharui menu khas mereka. Arby's kali ini memanfaatkan peluang untuk memakai daging ayam sebagai salah satu isian sandwich mereka.
 
“Ada hal tertentu yang dapat Anda lakukan, termasuk memperkenalkan bahan yang berbeda,” ujar Paul Brown, selaku CEO Arby's menanggapi isu kenaikan harga daging.
 
Sama halnya dengan Pimpinan Burger King wilayah Amerika Utara, Alex Mucado yang mulai menekankan penggunaan daging ayam untuk mengatasi kenaikan harga daging sapi.
 
Menu seperti “Chicken Fries” yang diperkenalkan tahun 2005 ini sempat ditarik dari daftar menu pada tahun 2012, kini dimasukkan kembali. Dalam situsnya, Burger King juga mempromosikan menu Italian Orginial Chicken Sandwich.
 
Burger King sebagai usaha franchise yang bekerja sama dengan Carrols Restaurant Group berusaha mengurangi biaya restoran. Biaya pembelian daging bahkan meningkat 32 persen pada kuartal akhir tahun lalu.
 
Restoran Wendy's juga memotong biaya produksi hingga $30 juta untuk mengimbangi persaingan dan tantangan termasuk naiknya harga daging sapi. Bob Bertini, juru bicara restoran ini menjelaskan jika Wendy's tengah menyesuaikan strategi pemasaran dalam menghadapi kenaikan harga daging sapi. “Varian menu dengan bahan dasar daging ayam dan salad memberikan peluang bagi kami,” ujarnya.
 
Restoran cepat saji lainnya, McDonald's juga menanggapi jika cara yang dilakukan Wendy's akan berhasil untuk menstabilkan harga. Juga mendorong konsumen tetap mau datang walaupun harga bahan utama sedang naik.
 
McDonald's bahkan bekerjasama dengan pihak ketiga yang ahli untuk menganalisis struktur harga untuk melawan tekanan naiknya harga daging sapi yang berpengaruh pada melemahnya penjualan.
 
Restoran Chipotle bahkan telah menaikkan harga menu mereka sekitar 6 persen dari harga sebelumnya. Namun restoran ini justru tengah menikmati naiknya penjualan.
 
John Harrington, pakar analisis pasar ternak mengatakan jika produsen ternak tengah mengembang-biakkan ternak kembali semenjak musim kering yang terjadi belakangan ini. Menurut prdiksinya harga daging sapi tidak akan mengalami penurunan hingga tahun 2017.
 
“Butuh waktu lama untuk mengembangbiakkan sapi. Mulai dari merawatnya hingga ia siap diternak,” ujarnya



(lus/odi)