Penggunaan Miito dapat menghemat waktu dan energi dibanding ketel tradisional. Miito terdiri dari induction rod (batang induksi) dan induction base (alas induksi). Untuk memanaskan air, cangkir ditempatkan di atas alas induksi. Kemudian batang induksi dimasukkan ke dalam gelas.
Nantinya alas tersebut menciptakan medan elektromagnetik yang membuat batang jadi panas. Sehingga air di sekitar batang juga ikut memanas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Miito diciptakan oleh Nils Chudy dan Jasmine Grase, seniman yang pernah mengenyam pendidikan di Design Academy Eindhoven Belanda. Keduanya membuat desain baru ketel setelah menyadari besarnya energi terbuang tiap kali merebus air. Miito disebut-sebut sebagai produk inovatif yang mengeliminasi proses pemanasan air secara berlebih.
"Mayoritas ketel listrik dirancang secara boros dimana garis minimal biasanya 500 ml. Ini berarti jika Anda ingin satu cangkir teh sebanyak 250 ml, Anda akan membuang 50 persen dari air panas dan 50 persen energi," tutur Nils seperti dilansir dari Dezeen Magazine (21/10/2014).
Menurut mereka, Miito juga tidak berisik seperti ketel normal. Tidak hanya air putih, Miito bisa dipakai untuk cairan lain seperti susu dan sup.
Nils dan Jasmine kini sedang mencari cara untuk memproduksi Miito secara masal. Mereka berharap dapat menjualnya seharga 80 pound (Rp 1,5 juta).
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN