Di Cafe ArtScience Ini Bisa Menikmati Hidangan Lezat dan Sains

Di Cafe ArtScience Ini Bisa Menikmati Hidangan Lezat dan Sains

- detikFood
Minggu, 02 Nov 2014 13:28 WIB
Foto: Boston Globe
Jakarta - Sebuah restoran baru di Amerika menyajikan perpaduan seni dan teknologi. Cafe ArtScience di Kendall Square, Cambridge dibuat oleh ilmuwan terkenal dan top chef lokal. Beragam inovasi makanan unik dapat ditemukan di sini.

Cafe ArtScience merupakan restoran di wilayah Boston yang memadukan antara kuliner, sains dan galeri museum. Dibuka Jumat (31/10), Cafe ArtScience tidak hanya berupa restoran. Ada juga ruang lainnya untuk eksperimen dan pameran terkait makanan, seni dan desain.

Restoran ini merupakan gagasan dari David Edwards, profesor di Harvard, ilmuwan sekaligus penemu. Le Laboratoire, pusat inovasi di Paris yang menggabungkan eksperimen ilmu pengetahuan dan seni, milik Edwards menjadi partner dari Cafe ArtScience. Dengan hadirnya Cafe ArtScience, pengunjung bisa mengetahui inovasi pada makanan yang dibuat Edwards.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap bahwa tempat ini menjadi lingkungan dimana masa depan makanan sedang dibentuk untuk jangka panjang. Makanan adalah Internet saat ini. Ada banyak kreatifitas terjadi. Ini adalah forum pertukaran," tutur Edwards seperti dilansir dari Boston Globe (31/10/2014).

Dalam situs cafeartscience.com, disebutkan restoran Cafe ArtScience menyajikan makanan inovatif dan koktail. Mantan chef restoran top Boston, Patrick Campbell membuat menu yang berakar dari kuliner Amerika dan Perancis. Seperti beef carpaccio, cauliflower veloute, Berkshire pork belly, salad dan sandwich. Namun terdapat beberapa menu khusus yang unik dengan pengalaman desain pancaindera.

Le Laboratoire juga menyajikan desain makanan baru di Cafe ArtScience. Seperti WikiFood berupa kembang gula dengan lapisan kulit dapat dimakan dan WikiPearls yaitu bulatan yogurt beku dengan kulit bercitarasa yang dapat dimakan.

Pengunjung juga bisa mencicipi Flavor Clouds berkat teknologi Le Whaf yang dibuat Edwards dan desainer Marc Bretillot. Le Whaf mengubah cairan bercitarasa menjadi uap.

Sebagai pendamping makanan, terdapat koktail bar inovatif bernama WikiBar. Di sini peracik minuman menggunakan mixer berteknologi tinggi dan rotary evopator yang menyuling esens daun tembakau. Kreasi WikiBar antara lain koktail Manhattan yang diberi cigar essence dan Scotch dalam bentuk uap.

Ada juga minuman yang memakai es batu berisi bunga violet. Saat es mencair, violet akan mengubah rasa minuman. Todd Maul yang terkenal dengan kreasi koktail inovatif mengawasi bar tersebut.

Penikmat kopi juga dapat mencicipi sampel kopi dengan cara berbeda. Mereka bisa mendapatkan bau khas kopi tertentu dengan menggunakan oPhone, alat kreasi Edward yang memproduksi bau sintetis. OPhone dikendalikan oleh sebuah aplikasi iPad dengan melepaskan aroma wangi dari citarasa yang ditemukan dalam kopi berbeda seperti cokelat, madu dan lainnya.

Di sini terdapat pula "oPhone hot spot" dimana pengunjung bisa membuat, mengirim dan menerima pesan beraroma (oNotes) menggunakan teknologi ciptaan Edwards.

Dengan luas 232 meter persegi, Cafe ArtScience menyediakan auditorium berkapasitas 100 kursi untuk program komplementer dan seminar terkait inovasi makanan.

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads