Perdagangan Pangan Illegal dan Pemalsuan Produk Makanan Makin Marak di Dunia

Perdagangan Pangan Illegal dan Pemalsuan Produk Makanan Makin Marak di Dunia

- detikFood
Jumat, 05 Sep 2014 10:23 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Makin terbatasnya persediaan makanan berkualitas mendorong terjadinya kasus kejahatan pangan. Kasus ini makin meningkat di berbagai negara. Tak terkecuali di negara maju seperti Inggris.

Kelompok kejahatan internasional kini sudah bergeser haluan. Jika biasanya mereka melakukan perdagangan narkoba dan perampokan bersenjata, kini perdagangan pangan ilegal dan berbagai penipuan produk pangan lainnya menjadi sasaran mereka.

Kejahatan ini marak terjadi sejak tahun 2013 lalu di Inggris dan Amerika. Berbagai pemalsuan produk makanan banyak terjadi seperti kasus oplosan daging kuda dan daging pada burger.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 “Hal ini telah mengubah ruang lingkup penyelidikan para petugas keamanan. Pola yang digunakan oleh para penjahat pemalsuan produk pangan sangat mirip dengan pola transaksi narkoba yang pernah mereka lakukan,” jelas Michael Ellis, asisten direktur Interpol Inggris pada BBC (04/09/2014).

Pada Operasi Opson III pada Desember 2013 – Januari 2014 yang berkoordinasi dengan 33 negara di benua Amerika, Asia, dan Eropa mendapatkan hasil yang cukup mengkhawatirkan. Lebih dari 131.000 liter minyak dan cuka, 20 ton rempah-rempah dan bumbu, 430.000 liter minuman palsu dan 45 ton produk susu disita. Dalam Operasi Opson yang dilakukan tersebut 96 orang ditangkap.

Akibat kejahatan makanan yang marak terjadi dalam dunia internasional ini cukup fatal. Di Tiongkok pada tahun 2008 lalu, terjadi kasus pemakaian melamin dalam produk susu bayi. Melamin ini ditambahkan untuk meningkatkan kandungan protein susu bayi. Akibatnya 6 bayi meninggal dunia setelah mengonsumsi produk susu tersebut.

Selain itu di Republik Ceko pada tahun 2012 ada lebih dari 40 orang meninggal dunia akibat mengonsumsi vodka dan rum yang telah dicampur dengan methanol.

Menurut Huw Watkins dari Kantor Kekayaran Intelektual Inggris kejahatan produk pangan ini sangat sulit untuk diatasi. Karena tidak banyak orang yang mengerti soal keamanan pangan.

Sementara itu di Inggris untuk mengatasi pemalsuan produk pangan berbagai departemen pemerintah akan bekerjasama. Seperti Food Standards Agency yang akan menangani label makanan, Departemen Kesehatan, Defra dan petugas perdagangan serta petugas kesehatan lingkungan.

Berbagai teknologi juga dikembangkan. Salah satunya, Teknologi Novel yang dibuat di sebuah laboratorium di Inggris yang dapat mendeteksi pemalsuan produk pangan.

Sebuah alat deteksi, Pulsar dikembangkan di Oxford. Dalam hitungan detik pemalsuan daging dapat diketahui. Pulsar dibuat karena maraknya skandal daging kuda pada tahun 2013.

Namun sayangnya, alat tersebut belum bisa mengidentifikasi daging yang sudah diolah menjadi makanan. Pulsar hanya mampu mengindentifikasi daging yang belum diolah.

(fit/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads