Senin (19/05), FSIS mengumumkan 900.000 kilogram produk daging sapi ditarik kembali penjualannya dari pasaran. Hal ini dilakukan karena adanya dugaan daging-daging itu terkontaminasi bakteri E. coli O157:H7. Daging tercemar ini sudah terlanjur dikirim ke berbagai toko di beberapa negara bagian.
Seperti dilansir CNN (22/05) penjualan daging di lima toko di sembilan negara bagian ditarik kembali. Ini meliputi toko Gordon Food Service Marketplace di negara Florida, Illinois, Indiana, Kentucky, Michigan, Ohio, Pennsylvania, Tennessee, dan Wisconsin, toko Surf N Turf Market di Sebring dan Florida, toko Giorgio's Italian Delicatessen di Stuart dan Florida, toko M Sixty Six General di Orleans dan Michigan, dan toko Buchtel Food Mart di Buchtel dan Ohio.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daging tercemar yang dikirim dari perusahaan Wolverine Packing Company (Detroit) ini memiliki kode EST.2574B dan tanggal produksi makanan antara 31 Maret 2014 sampai 18 April 2014. Daging tersebut dijual dengan berbagai label pada kemasannya.
Seorang juru bicara Departemen Pertanian AS mengatakan daging-daging tercemar itu sedang dalam proses penarikan dari berbagai toko tersebut. Sampai proses itu selesai, bagi konsumen yang terlanjur membeli harus mengembalikan atau menghancurkan daging tersebut.
Nama-nama toko yang diumumkan FSIS itu ternyata masih bertambah. Ada kemungkinan beberapa toko lainnya juga telah menerima kiriman daging sapi tercemar. Kasus ini masih diselidiki lebih lanjut.
Penarikan kembali daging sapi tercemar ini dikategorikan sebagai kasus kelas I oleh FSIS. Artinya, kasus ini berada dalam situasi bahaya kesehatan. Penggunaan produk ini bisa menyebabkan hal serius, seperti konsekuensi merugikan kesehatan, bahkan menyebabkan kematian.
Dalam siaran pers, pejabat FSIS mengatakan pihaknya akan terus bekerja sama dengan mitra kesehatan negara untuk terus menyelediki kasus ini dan memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada masyarakat.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN