Bertelanjang Dada, Wanita Ini Ngamuk di McDonald's Florida

Bertelanjang Dada, Wanita Ini Ngamuk di McDonald's Florida

- detikFood
Kamis, 10 Apr 2014 15:51 WIB
Foto: WTVT // PCSO
Florida - Para staf McDonald's di Pinellas Park, Florida, Amerika Serikat, terkejut melihat seorang wanita tiba-tiba masuk dan merusak isi restoran. Yang lebih mengagetkan, wanita tersebut nyaris tanpa busana!

Peristiwa ini terjadi pada 24 Maret 2014, namun videonya yang diunggah ke LiveLeak.com baru tersebar di dunia maya Selasa (08/04/2014).

Kamera keamanan merekam Sandra Suarez (41) melempar apa saja yang ada di hadapannya, mulai dari mesin kasir, barang-barang di dalam rak pajangan, sampai membalikkan dispenser minuman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga memaki dan melemparkan sesuatu kepada staf yang tampak ingin mencegahnya. Anehnya, setelah lelah merusak barang-barang, wanita tersebut menuangkan es krim untuk kemudian ia nikmati sambil berjalan pergi.

Menurut laporan polisi, pada pukul 22:50, Suarez tampak hanya mengenakan G-string sambil memegang pakaiannya yang lain di satu tangan sebelum masuk ke McDonald's. Ia diduga marah besar setelah karyawan McDonald's menolak tawaran seks oral darinya di tempat parkir.

Saat diborgol dan diamankan di mobil patroli, Suarez memukul-mukulkan kepalanya ke besi partisi. Dokter Northside Hospital mengatakan bahwa ia tidak berada di bawah pengaruh obat-obatan maupun alkohol. Catatan kepolisian Florida juga tak menunjukkan bahwa ia pernah ditahan.

Kepada channel WTVT, Suarez mengaku tak ingat kejadian tersebut dan menyalahkan gangguan bipolar yang ia derita. Ia mengatakan akan kembali ke negara asalnya, Kolombia, jika terpaan media dinilai terlalu sulit untuk dihadapi kedua anaknya.

Kerusakan ditaksir mencapai $10.000 (Rp 113,5 juta). Suarez ditahan atas kekacauan kriminal yang ia lakukan, namun dibebaskan lima hari kemudian dengan membayar uang jaminan sebesar $7.000 (Rp 79,5 juta).

Sementara itu, dua orang karyawan McDonald's yang menyebarkan video tersebut kini dipecat. "Penyebaran video tersebut tanpa izin dan tak sejalan dengan nilai-nilai saya dan cara kami mengoperasikan restoran," kata Juan Illas, pemilik restoran.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads