Untuk Pertama Kalinya Melon Berhasil Dipanen di Inggris

Untuk Pertama Kalinya Melon Berhasil Dipanen di Inggris

Flora Febrianindya - detikFood
Kamis, 22 Agu 2013 13:47 WIB
Foto: Daily Mail
Jakarta - Masyarakat Inggris kini bisa mencicipi melon segar yang dipanen di perkebunan lokal. Pasalnya, area perkebunan di Kent dan Staffordshire baru saja memanen buah melon segar. Panen inipun disebut sebagai panen buah melon perdana yang pernah dilakukan di Inggris!

Selama ini, warga Inggris terbiasa menikmati melon yang diimpor dari Italia, Spanyol, juga Prancis bagian selatan. Namun kini, supermarket besar seperti Morrisons menyediakan pilihan lain yaitu melon yang ditanam di wilayah sendiri. Para petanipun memanfaatkan area lahan bekas perkebunan strawberry.

Seperti diulas Mail Online (21/08/2013), karena dipasok dari negara lain, kualitas melon yang banyak dikonsumsi di Inggris tak maksimal. Pasalnya, melon-melon ini sudah dipanen sebelum matang, dan menggunakan tambahan bahan kimia untuk mempertahankannya dari kerusakan saat proses transportasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya, melon yang dipanen petani di Kent dan Staffordshire baru dipetik saat sudah matang. Proses distribusinyapun lebih singkat, dan langsung dipasarkan di supermarket. Karenanya, rasa dan nutrisi dari melon jadi lebih maksimal. Jenis yang dipanen adalah Magenta melon, dengan bentuk yang sedikit lebih mengerucut dibanding melon umumnya.

Berhasilnya buah tropis seperti melon ditanam di Inggris menjadi bukti akan kemajuan dunia pertanian, sekaligus perubahan iklim. Tahun ini, perusahaan Newmafuit di Kent berhasil menghasilkan 5000 melon pada masa panen pertama. "Hasil yang pertama sangat sukses. Melonnya tampak sangat mengagumkan," kata Tony Frankham, Managing Director dari Newmafruit.

Menurut Bill Davies, pakar buah di Staffordshire, hal ini merupakan solusi yang menguntungkan bagi pembeli maupun petani. "Pembeli mendapat buah yang enak, dan petani kita bisa menggunakan area yang tak terpakai setelah panen strawberry usai," jelasnya dalam Mail Online (21/08/2013).

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads