Kompetisi The Big Break Segera Tayang di Asian Food Channel

- detikFood Sabtu, 10 Nov 2012 09:49 WIB
Foto: Asian Food Channel Foto: Asian Food Channel
Jakarta - Kompetisi masak selalu menghadirkan keseruan tersendiri bagi pemirsanya. Begitu juga dengan acara The Big Break, yang menampilkan kebolehan 12 peserta dalam meracik makanan lezat. Mulai 14 November 2012 mendatang, acara ini akan ditayangkan serentak di 11 wilayah Asia, termasuk Indonesia!

Yang menarik, acara The Big Break ini diikuti oleh 12 peserta dari kalangan ekonomi lemah. Peserta yang dipilih memiliki usia berkisar antara 16 hingga 25 tahun. Pesertanya terpilih lewat hasil seleksi yang dilakukan di 6 negara, yaitu Malaysia, Mongolia, Filipina, Thailand, Singapura, dan juga Korea Selatan.

Dalam kompetisi masak ini, penilaian dilakukan oleh dua orang juri yaitu Farah Quinn, celebrity chef dari Indonesia, dan juga Executive Chef Resort World Sentosa, Alan Orreal. Keduanya juga menjadi mentor para peserta dalam kompetisi The Big Break. Mereka juga dibantu oleh tim F&B dari Resorts World Sentosa yang juga ambil bagian dalam penyelenggaraan The Big Break ini.

Acara ini akan tayang perdana di Asian Food Channel pada 14 November 2012 jam 9 malam. Untuk pemirsa di Indonesia, bisa menyaksikannya melalui operator TV berlangganan Indovision, Channel 240.

Dalam The Big Break, 12 peserta ini memiliki kesempatan belajar mengenai dunia kuliner dari para ahlinya. Diharapkan, ilmu dan kemampuan yang didapatkan di The Big Break bisa menjadi bekal mereka untuk berkarir nantinya.

Selain itu, untuk pemenangnya ada beasiswa di Sunrice GlobalChef Academy senilai lebih dari Rp. 235 juta untuk menempuh pendidikan selama satu tahun. Peserta yang gugur juga mendapatkan bantuan dana sekitar Rp. 15 juta untuk biaya sekolah selepas mengikuti ajang The Big Break.

Meski berasal dari kalangan tidak mampu, namun ke 12 peserta mampu menunjukkan bakat dan minatnya dalam dunia kuliner. Salah satunya adala Eli dari Malaysia. Ibunya mengidap penyakit diabetes dan bekerja sebagai petugas kebersihan untuk menopang kebutuhan rumah tangga.

Untuk membantu keluarganya, Eli bekerja di sebuah cafe. Ia belajar mengenai cara membuat cake dan juga menghiasnya, hingga akhirnya mahir membuat kue.

Ada juga Sooyoung, gadis 16 tahun asal Mongolia. Ayahnya meninggal sejak ia masih bayi, dan ibunya kini masih menjalani masa tahanan di penjara. Sooyoung tinggal di Kharaatsai Orphanage Camp, dan ia turut ambil bagian dalam menyediakan makanan bagi seluruh penghuni panti. Dari sana, ia sering mempraktekkan berbagai menu khas Mongolia.

Selain Eli dan Sooyoung, ada juga peserta lainnya seperti Ariuna dari Mongolia, Ruth, Gerry Boy dan Lawrence dari Filipina, Danny dan Nico dari Singapura, Hae-Chan dan Ye Seul dari Korea, juga Thasini asal Malaysia.



(dyh/odi)