Daging Sapi Sintetis yang Aman Dikonsumsi Segera Terwujud

Daging Sapi Sintetis yang Aman Dikonsumsi Segera Terwujud

Fitria Rahmadianti - detikFood
Senin, 20 Agu 2012 10:54 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Salah satu masalah yang diangkat kaum vegan terkait konsumsi daging sapi adalah dampak kerusakan lingkungan. Namun, hal ini tidak akan menjadi persoalan lagi jika daging sapi tersebut berasal dari mesin cetak 3D di laboratorium.

Optimisme tersebut rupanya membuat Peter Thiel, penemu PayPal, tertarik untuk menanamkan saham di Modern Meadow. Thiel yang juga memangku jabatan penting di Facebook telah menggelontorkan dana sebesar $250.000 (Rp 2,4 milyar).

Modern Meadow adalah perusahaan pemula yang berencana menciptakan daging sapi bioprinted 3D untuk dikonsumsi manusia. Seperti dokter yang menciptakan implan atau bagian tubuh palsu, perusahaan ini bercita-cita membuat daging sapi yang bukan berasal dari sapi, melainkan dengan teknologi di laboratorium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, Modern Meadow juga sedang mengajukan permohonan dana untuk usaha kecil kepada Departemen Pertanian Amerika Serikat. Salah satu rencana jangka pendek yang terdapat di proposal tersebut adalah menciptakan sekerat daging sintetis yang panjangnya kurang dari 2.54 cm.

Menurut Lindy Fishburne, dana dari Thiel merupakan langkah kecil menuju penyelamatan bumi. "Daging sintetis adalah solusi ekonomis dan peduli lingkungan dari masalah global," ujar wanita yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Breakout Labs, sebuah proyek Thiel Foundation ini.

Tampaknya ambisi tersebut bukanlah sekedar untuk mencari keuntungan. Pemilik Modern Meadow, Andras Forgacs, menjelaskan bahwa intensitas sumber daya yang digunakan untuk membuat sepotong burger merupakan kehancuran lingkungan. Sebanyak 0.11 kg burger membutuhkan 3 kg biji-bijian, 200 liter air, 7 meter persegi tanah, dan 1 juta joule lebih bahan bakar fosil.

Makanya, memproduksi daging sapi secara in vitro akan mengurangi kerusakan lingkungan. Menurut Guardian, menciptakan daging sapi di laboratorium dapat menekan 96% emisi gas rumah kaca dibanding memelihara hewan ternak. Hal ini juga dapat menghemat energi hingga 45%, tanah hingga 1%, dan air hingga 4% dibanding produksi daging sapi konvensional.

Thiel memang dikenal senang berinvestasi pada hal-hal yang dianggap di luar nalar. Breakout Labs sebagai salah satu proyeknya memberikan dukungan pada perusahaan yang mengejar tujuan radikal dalam bidang sains dan teknologi.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads