RI - Selandia Baru Jalin Kerjasama Ketahanan Pangan

RI - Selandia Baru Jalin Kerjasama Ketahanan Pangan

Fitria Rahmadianti - detikFood
Senin, 16 Apr 2012 18:47 WIB
Foto: Stratcom // Detikfood
Jakarta - Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan industri makanan dan minuman tercepat di Asia Tenggara. Sebagai pasar ekspor ke-10 terbesar di dunia bagi Selandia Baru, Indonesia menjadi lahan potensial untuk mengembangkan investasi di bidang pangan.

Bertempat di Mandarin Oriental Hotel Jakarta, Senin (16/4), Perdana Menteri Selandia Baru, John Key, menjelaskan tentang kerjasama pangan Indonesia dan Selandia Baru. Key didampingi oleh Tim Green, GM International New Zealand Trade and Enterprise, dan beberapa CEO perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman.

Nilai ekspor Selandia Baru ke Indonesia naik lebih dari 3 kali lipat selama periode 2005-2011. Makanan dan minuman menjadi komoditas ekspor utama, yaitu sebesar 60,91%. Pada 2011, nilai ekspor tersebut mencapai Rp 3,91 trilyun. Daging sapi menempati peringkat teratas, disusul oleh makanan laut, produk susu, makanan khusus, buah dan sayur, serta wine.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kerjasama yang terjalin tak semata ekspor-impor produk pangan. Dengan ditandatanganinya Agriculture Cooperation Management antara Indonesia dan Selandia Baru, Negeri Kiwi ini sepakat memberikan pembinaan untuk meningkatkan mutu pertanian di Indonesia.

Selandia Baru akan membina pemerah susu lokal agar produksi susu segar meningkat. Selain itu, langkah lainnya adalah meningkatkan standar karantina dan membantu ketahanan pangan di sektor pertanian.

Selandia Baru juga menawarkan bantuan untuk memaksimalkan kegiatan pertanian, yaitu pengairan padang rumput kering menggunakan bahan alami. Inilah salah satu tantangan utama bagi petani Indonesia selama ini.

Dalam pengembangan sumber daya manusia, pemerintah Selandia Baru menyediakan beasiswa bagi para ahli pertanian Indonesia. Negara ini memang dikenal unggul dalam teknologi pertanian dan peternakan. Bahkan, Selandia Baru juga membuka kesempatan kerja bagi pemotong hewan halal (20 orang) dan juru masak (100 orang).

(fit/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads