Bartender Dipecat Karena Berkomentar Rasis di Facebook

Bartender Dipecat Karena Berkomentar Rasis di Facebook

- detikFood
Rabu, 04 Apr 2012 13:00 WIB
Foto: simplyzesty.com /312diningdiva.blogspot.com
Jakarta - Hati-hati berbicara di jejaring sosial. Jika menyinggung perasaan orang lain, Anda bisa mendapat sanksi sosial. Baru-baru ini seorang bartender asal Amerika Serikat terpaksa kehilangan pekerjaan karena bersikap rasis terhadap warga kulit hitam.

Jessica Elizabeth menulis status rasis di Facebook pribadinya pada Kamis (29/3). Ia berbalas komentar dengan seorang kawan yang sama rasisnya. β€œBahkan setelah berumur 40 tahun mereka (orang negro) tidak bisa bertindak cerdas. Anehnya mereka bingung mengapa mereka sulit mendapat pekerjaan. Saya sih tidak akan mempekerjakan mereka,” tulis Jessica.

Jessica menyebut orang Afrika-Amerika dengan istilah-istilah yang menghina seperti 'menjijikkan' dan 'binatang'. Tak hanya itu, wanita yang bekerja sebagai bartender di Proof Nightclub Chicago ini juga menggunakan bahasa yang kasar dalam berkomentar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akun bernama Zoe ProofChicago meminta Jessica menghapus komentar-komentar menghina tersebut. Ia memanggil Jessica sebagai Hitler, dan mengatakan bahwa wanita itu telah melanggar kontrak dengan Proof terkait jejaring sosial Namun, Jessica malah merespon: β€œKamu bercanda? Saya kan punya kehidupan di luar klub.”

Percakapan ini menjadi buah bibir di dunia maya. Tak lama kemudian, Proof mengambil tindakan. Melalui pernyataan yang dikutip Eater, pemilik klub malam tersebut menyiratkan bahwa Jessica telah diberhentikan dari pekerjaannya.

β€œProof percaya akan kesetaraan, keadilan, dan toleransi bagi semua kawan dan rekan kami. Sayangnya, terkadang kami terekspos kebodohan dan rasisme. Dengan terus memegang prinsip dan bertindak, kami yakin kita semua bisa menjadi agen dari perubahan yang positif,” ucap Mike Bloem, pemilik Proof Nightclub.

Status-status rasis di akun Jessica kini telah dihapus. Akun Facebooknya pun telah dibuat private, sehingga tak bisa dibaca oleh orang umum. Namun, seorang blogger berhasil menyimpan screenshot dari komentar Jessica. Sejak bukti tersebut dipasang di blog, banyak orang yang telah menanggapi hal ini.

Di kolom komentar, tak sedikit orang yang mengatakan bahwa staf-staf di klub papan atas ini memang sering memperlakukan pelanggan berdasarkan rasnya.
(Odi/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads