Peristiwa ini terjadi di SD Balderas di Fresno, pertengahan Desember 2011. Berdasarkan berita yang dilansir KMJ News, seorang murid laki-laki meminta seorang siswa perempuan membawa racun tikus dari rumah. Ia kemudian memasukkan racun tersebut ke dalam kopi sang guru.
Namun, tampaknya siswa itu berubah pikiran. Saat sang guru akan meminum kopi, ia menepiskan gelasnya. Meski demikian, ia melakukan percobaan kedua yaitu menaruh racun di atas cupcake. Untungnya, sang guru tidak memakan kue tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat perbuatannya, ketiga siswa kelas 5 tersebut dikeluarkan dari sekolah pada Sabtu (25/2). Dua di antaranya dipindahkan ke Phoenix Academy.
Juru bicara Fresno Unified School District, Susan Bedi, menyatakan bahwa mereka akan mengambil langkah disipliner, termasuk skors dan rekomendasi pengeluaran siswa. Namun, hal ini dipandang sinis oleh Greg Gadams, Ketua Fresno Teacher's Association.
βPara siswa sadar bahwa racun itu bisa membunuh. Mereka harus dihukum karena tindakan mereka telah direncanakan. Jika hanya dikeluarkan, mereka bisa pindah ke sekolah lain dan bisa bertemu lagi di kampus yang sama,β tutur Greg.
Menurut salah satu siswa kelas 6, ia mendengar alasan adik kelasnya meracuni guru karena mereka tidak suka pada guru tersebut.
Para ahli berpendapat bahwa tindakan anak berumur 10 dan 11 tahun tersebut disebabkan oleh lingkungan. Mentalitas kelompok adalah faktor kuncinya karena dapat mengurangi tanggung jawab individual. βKelompok akan melakukan hal-hal buruk yang tidak akan dilakukan jika sendiri, misalnya kekacauan saat pertandingan olahraga,β jelas Dr. Roy Lubit, psikolog anak.
Wilayah Fresno bagian tenggara memang terkenal dengan aktivitas geng dan kekerasan. βMereka melihat banyak orang yang lebih dewasa terlibat dalam kekerasan,β tambah Dr. Roy.
Menurut Dr. Kathryn Seifert, ketua geng yang bermasalah bisa memimpin kekerasan seumur hidupnya jika tidak ditangani dengan serius.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN