Jamie Oliver Nyatakan Perang Terhadap Fast Food

Jamie Oliver Nyatakan Perang Terhadap Fast Food

- detikFood
Kamis, 09 Feb 2012 10:07 WIB
Foto: Rex/www.miror.co.uk
Jakarta - Celebrity chef, Jamie Oliver bakal menggelar serangkaian tur yang akan dilakukannya bulan depan di Australia. Kunjungannya tersebut berkaitan dengan pernyataan perang Jamie terhadap fast food, sekaligus kampanye makan sehat.

Tidak hanya Michelle Obama saja yang berperang terhadap obesitas di Amerika. Jamie Oliver pun ingin mengubah pola makan masyarakat Amerika lewat programnya "Jamie Oliver's Food Revolution". Program ini telah ditayangkan di ABC TV sejak tahun 2010. Menurutnya revolusi ini sangat penting karena bukan hanya menurunkan tingkat obesitas, tetapi juga menyelamatkan masa depan seseorang dan dapat menginspirasi semua orang.

Lewat revolusi tersebut, Jamie pun mengajak semua orang agar lebih giat memasak di rumah, menyajikan makanan segar di sekolah-sekolah, dan memasak di komunitas-komunitas untuk mengubah pola hidup. Sejak tahun 2011, lewat program yang diprakarsainya ia telah membuka beberapa gerai makanan di seluruh Amerika yang bekerja keras untuk memperbaiki menu sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini Jamie pun membawa Ministry of Food - dapur mobil - untuk memberi edukasi tentang pentingnya memasak sendiri di rumah. Termasuk dalam mengonsumsi masakan sehat dan menghindari junk food. Ruang kelas masak dalam mobil tersebut didanai oleh pemerintah Queensland yang bertujuan untuk mengajarkan masyarakat membuat makanan yang segar dan menyehatkan.

Serangkaian turnya di Australia pun akan dilakukan pada tanggal 3 Maret 2012 mendatang. Queensland akan menjadi tujuan pertama dari kunjungan 5 hari yang akan dilakukan Jamie di negeri kangguru tersebut. Kedatangannya akan memeriksa aktivitas Ministry of Food saat mengunjungi Logan dan Ipswich. Selain dua kota tersebut, Ministry of Food akan melakukan kunjungan ke kota lainnya.

"Ministry of Food juga akan mengunjungi pemerintah daerah tempat dewan ingin membangun masyarakat yang lebih sehat, dan Logan sesuai dengan kriteria tersebut," jelas Direktur dari Ministry of Food, Alicia Pearson seperti yang dilansir dari AAP.

"Kami mencari daerah dengan populasi yang besar dan ditinggali oleh keluarga muda. Filosofi yang dibawa dalam masakan Jamie merupakan bagian penting dari pembelajaran ini sehingga kedatangannya dapat lebih memperkuat pesannya," imbuh Pearson.

Sayangnya tidak semua masyarakat mendukung program "Jamie Oliver's Food Revolution" ini. Bagi sebagian orang yang tidak sependapat dengan revolusi Jamie, mengatakan bahwa makan adalah hak setiap orang dan tidak perlu diajarkan. Sedangkan mereka yang mendukung berharap stasiun ABC dapat menayangkan kembali kelanjutan dari seri "Jamie Oliver's Food Revolution".
(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads