Pria 71 tahun tersebut sedang asyik berbicara dengan anaknya, yang berdarah setengah Jerman, keturunan dari sang ibu. Dalam percakapan tersebut, beberapa kali mereka menggunakan istilah Jerman yang memang sudah biasa mereka gunakan.
Tiba-tiba pengelola pub, Janet Pitts, menghampiri mereka. Ia mengatakan, jika anak dan ayah tersebut masih menggunakan bahasa Jerman dalam pembicaraannya, mereka diminta keluar dari pub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Falconer tak habis pikir, karena pengelola pub marah-marah mendengar pembelinya berbahasa Jerman, padahal ia tak mengerti artinya. Saat itu, Pitts mengatakan, Falconer adalah orang berkulit putih, berada di Inggris, jadi ia harus berbicara bahasa Inggris. Bagi Falconer, kata-kata tersebut begitu menghina.
Sebenarnya, Sharp adalah pelanggan tetap yang sering datang ke Packhorse Pub. Biasanya, ia datang sekitar jam 4 sore. Sebagai pelanggan, Sharp tak segan untuk menyumbangkan lukisannya untuk menjadi bagian dari dekorasi Packhorse Pub. Namun setelah kejadian tidak menyenangkan itu terjadi, lukisan-lukisan tersebut dikembalikan lagi padanya.
Tuan Sharp bertemu dan menikah dengan istrinya, Anni, di Jerman. Saat itu, Sharp adalah seorang tentara. Ketika putrinya Falconer berusia 14 tahun, barulah mereka sekeluarga kembali lagi ke Inggris. Di Inggris, ia bertugas menjaga Tower of London selama 20 tahun.
Kejadian tersebut dilaporkan sebagai kejahatan ras, dan kini sedang ditangani oleh polisi. Sementara itu, Packhorse Pub telah ditutup.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN