Penjualan Jahe Meningkat Jelang Natal

Penjualan Jahe Meningkat Jelang Natal

- detikFood
Selasa, 13 Des 2011 12:59 WIB
Jakarta - Natal yang jatuh pada bulan Desember bertepatan dengan musim dingin atau musim hujan. Karena berkhasiat menghangatkan badan, jahe banyak dipakai untuk makanan atau minuman Natal. Kini, jahe pun menjadi tren baru untuk sajian Natal.

Seperti yang dikabarkan Daily Mail, telah terjadi peningkatan ekspor dan penjualan produk berbahan jahe yang signifikan di Inggris. India, sebagai pemasok jahe berkualitas tinggi dengan harga murah, telah mengalami peningkatan ekspor sebesar 76% per tahun.

Toko Marks & Spencer di Inggris juga mengaku ginger wine dan ginger beer merupakan produk yang diminati menjelang Natal. Penjualannya naik 20% dibanding tahun lalu. Untuk merespon tingginya antusiasme masyarakat terhadap minuman berbahan jahe, Marks & Spencer meluncurkan Gingerbread Rum dan Gingerbread Cream Liquer, yang diklaim disukai oleh konsumen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tren minuman jahe ini dimulai 2 tahun lalu saat ginger beer beralkohol merek Crabbie's diluncurkan. Di tahun itu, penjualan minuman ini merupakan yang paling sukses. Baru-baru ini, Stone's menghabiskan 2 juta poundsterling untuk mempromosikan Ginger Joe, minuman ginger beer beralkohol.

Sejak dulu, jahe dikenal sebagai tanaman obat yang dapat dikonsumsi dan dijadikan bumbu masakan. Selain menghangatkan badan, jahe dapat mengatasi mual, menurunkan kolesterol, serta mengobati flu, masuk angin, dan radang sendi. Bahkan sebuah riset menyebutkan bahwa jahe berpotensi mencegah penyakit jantung.

Menggunakan jahe sebagai bahan untuk sajian Natal, selain lezat dan menghangatkan badan, juga baik untuk kesehatan keluarga.





(Odi/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads