Minum Wine Campur Ikan Dabu-Dabu

Minum Wine Campur Ikan Dabu-Dabu

- detikFood
Kamis, 15 Jul 2010 17:31 WIB
Moscow - Wine campur Dabu-dabu? Kalau pas, sesuatu yang bersifat gado-gado pun ternyata banyak yang menyukainya. Itulah diplomasi perut yang diselenggarakan KBRI Moskow dalam 'Indonesia Gastronomy Evening' yang menghadirkan percampuran makanan lintas budaya.

Dengan menggandeng Asosiasi Gastronomy dari Moskow, KBRI Moskow menggelar pesta kebun di belakang kantor bagi kalangan papan atas. Acara dihelat Selasa ((13/07) mulai pukul 18.30 hingga 22.30 dengan menyajikan 4 macam wine pilihan plus 1 bir yang dipadukan dengan otak-otak, ayam bambu, udang bambu kuning, ikan bakar dabu-dabu dan terakhir kue lampu-lampu.

Tidak lupa disuguhkan pula teh dan kopi asli Indonesia. Wine dan bir disiapkan oleh asosiasi sedangkan makanan khas Sulut diolah di KBRI Moskow. Sebanyak 180 tamu undangan hadir menikmati sengatan matahari yang muncul di sela-sela pepohonan nan rindang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain lagu-lagu barat yang menghentak, diselingi juga dengan nuansa keroncong yang mengingatkan suasana pedesaan Indonesia. Tidak ada yang mabuk, namun juga tidak sedikit yang ikut bergoyang di depan panggung.

"Suasana musim panas seperti ini memang sangat enak bila dilengkapi dengan minuman berkelas plus makanan yang memiliki cita rasa tinggi," ujar salah seorang tamu yang mengaku sangat terkesan dengan acara out door tersebut. "Rasa penasaran saya terhadap Indonesia menjadi membuncah," tambahnya sambil menggigit kue lampu-lampu asal Manado.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Hamid Awaludin berpendapat, diplomasi merupakan suatu seni memasarkan sebuah bangsa dari berbagai aspek yang dimilikinya. Salah satunya adalah dengan menggandeng asosiasi yang memiliki anggota tertentu plus para pihak di Indonesia yang tertarik. "If you like the food, thenΒ  youΒ  like the people," ujarnya diatas panggung sambil menegaskan bahwa di Sulut terdapat tempat menyelam terbaik di dunia.

Kegiatan promosi makanan sangat sering dilakukan oleh KBRI Moskow. Terakhir, awal Juli lalu dilakukan bersama beberapa negara ASEAN di salah satu hotel berbintang di ibukota Rusia. Makanan dipercayai memiliki daya tarik luar biasa bagi calon turis mancanegara dan tidak kalah dengan indahnya pamandangan alam dan eloknya budaya sebuah negeri.

Menurut Counsellor M. Aji Surya dari KBRI Moskow, aktor di belakang panggung kali ini adalah Dinas Pariwisata Sulawesi Utara yang kali ini tidak hanya memboyongΒ  ahli masaknya, namun juga beberapa penari dan penyanyinya. Sebelum kegiatan ini, mereka juga ikut serta dalam kegiatan kuliner di tempat lain serta pertemuan dengan tour operator Rusia. "Kalau sudah datang di luar negeri begini, kita mesti all out," ujar Kadinas Pariwata & Kebudayaan Sulut, Fredrik D. Rotinsulu dengan mimik serius.

(dev/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads