Berbincang dengan Stephen H.B.Twinings

Berbincang dengan Stephen H.B.Twinings

- detikFood
Kamis, 29 Apr 2010 18:25 WIB
Jakarta - Dalam rangka lebih menguatkan pasar di Indonesia, Stephen H.B Twinings, hari ini singgah pertama kalinya di Jakarta. Twinings yang terkenal dengan bisnis teh lebih dari 300 tahun ini ingin lebih merangkul pencinta teh di Indonesia. Apa saja obrolan detikfood bersama raja teh dari Inggris ini?

Hari ini untuk pertama kalinya Stephen H.B Twinings singgah di Jakarta. Sebagai generasi ke 10 Twinings - perusahaan teh di Inggris yang sudah menjual tehnya sejak 300 tahun lebihΒ  di 115 negara, kujungannya merupakan sebuah awal yang penting. Beberapa negera Asia seperti Filipina, Hongkong dan Jepang sudah menjadi pasar teh Twinings bertahun-tahun silam.

Pria berusia 47 tahun dengan tubuh langsing ini minum teh hingga 15 cangkir tiap hari. Paginya selalu diawali dengan secangkir English Breakfst Tea. Kemudian disusul dengan secangkir Earl Grey yang beraroma segar dan Peppermint Tea yang melegakan. "Buat saya minum teh selalu tergantung padaΒ  suasana, mood danΒ  kesempatan," demikian tuturnya sambil tersenyum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan teh Twinings yang didirikan oleh Thomas Twinings pada tahun 1706 ini tak pernah memiliki kebun teh sendiri. "Itulah keunikan kami. Kami punya relasi yang sangat bagus yang dibangun puluhan tahun dengan kebun-kebun teh yang tersebar di dunia seperti di Kenya, India, Srilanka, Indonesia, Jepang, Cina dan Vietnam," jelas Stephen saat berbincang dengan detikfood.

"Kami menjamin bahwa secangkir Earl Grey yang diseduh di Jakarta sama rasa dan kualitasnya dengan yang diseduh di New York. Andalan kami adalah para 'tea taster' atau ahli pencicip teh," tegasnya serius. Belakangan ini Twinings juga mulai membeli teh berkualitas dari pasar teh di Jerman.

Sebagai perusahaan pracik teh yang dikuasai Twinings adalah 'the art of tea blending'. Untuk menjaga kesuksesan bisnis keluarga selama 10 generasi bukan hal yang mudah. Apa rahasianya? "Yang jelas di dalam keluarga kami tidak ada paksaan. Semua yang melanjutkan usaha harus mau melakukannya dengan kecintaan sepenuh hati pada teh," ungkapnya sambil menghirup secangkir Peach Tea.

Melanjutkan usaha yang berusia lebih dari 3 abad ternyata tak membuat Stephen Twinnings lantas santai. Tiap saat pengembangan produk selalu dilakukan. "Setiap perunahan selera pasar selalu saya pantau. Saat di dunia orang menyukai cranberry tea dan green tea Twining juga merespons dengan produk yang disukai konsumen," tegasnya. Karena itu pula ayah dua putera ini tak pernah berhenti berkeliling dunia.

MasalahΒ  kualitas dan jaminan produk yang alami dan aman juga menjadi komitmen pribadi dan Twinings. "Tiap produk yang berupa paduan daun teh (camelia sinensis) dengan bahan lama selalu kami lakukan dengan tahapan yang alami sehingga dijamin 'nature identical'," ungkap Stephen yang menjaminΒ  produk Twinings alami dan aman.

Seperti budaya minum teh di Ingris yang menjadi ajang sosialisasi atau bergaul, maka kegiatan minum teh bukan sekedar menghirup air teh dari cangkir tetapi berkaitan dengan gaya hidup. Itu pulalah yang diamati oleh Stephen. Untuk gaya hidup yang satu ini pria yang memiliki hobi berlayar di waktu luangnya ini menjelaskan; "Sebenarnya saat menyeduh teh merupakan saat jeda yang memenangkan di tengah kesibukan kerja. Karena itu tak boleh terburu-buru. Menghirup aroam harum teh dan menikmati kehangatannya bisa membuat tubuh santai."

Dalam rencananya Twinings Indonesia akan giat melakukan edukasi pada para penggemar teh antara lain melalui website lokal Indonesia yang akan segera dibuat. "Karena teh sudah terbukti memiliki khasiat untuk kesehatan tentu saya ingin semua orang bisa minum teh berkualitas dan hidup sehat," ungkapnya menutup perbincangan dengan detikfood.

(eka/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads