Kampanye Makan Daging untuk Anak Indonesia!

Kampanye Makan Daging untuk Anak Indonesia!

- detikFood
Selasa, 08 Des 2009 18:05 WIB
Jakarta - Zat besi termasuk dalam 11 zat gizi mikro yang sangat penting dalam mempengaruhi kecerdasan intelektual dan emosional anak. Sayangnya kebutuhan akan zat besi di Indonesia masih belum terpenuhi dengan baik. Hal itulah yang membuat MLA bekerjasama dengan Gran Melia menggelar seminar sekaligus kampanye makan daging yang mengandung banyak zat besi untuk anak-anak!

Pemerintah telah mencanangkan 13 Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) dimana keseimbangan pemenuhan gizi merupakan kunci utama dari pesan tersebut. Sebab pemenuhan gizi secara baik dapat mempengaruhi kecerdasan dan tumbuh kembang anak. Namun gizi seimbang di Indonesia belum terpenuhi karena dari 11 zat gizi mikro, hanya vitamin C yang sudah terpenuhi kecukupannya. Sedangkan sisanya belum terpenuhi, termasuk diantaranya Zat Besi.

Hal itulah yang menjadi latar belakang MLA atau Meat & Livestock Australia, yaitu sebuah organisasi non-profit yang beranggotakan produsen daging Australia menggelar sebuah seminar untuk mengajak anak-anak Indonesia mengkonsumsi daging. Dimana daging dikenal sebagai salah satu makanan yang mengandung 5 protein penting termasuk diantaranya kandungan zat besi yang tinggi. Guna mensosialisasikan gizi seimbang dalam pola makan anak tersebut MLA tidak sendiri, bekerjasama dengan Gran Melia Jakarta serangkaian kegiatan kampanye bertemakan "Let's Beef Up Your Kids Growth with Beef Meat" ini digelar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tepatnya Sabtu, 5 Desember 2009 lalu kampanye ini diawali dengan seminar yang bertempat di Ruang Sanur, Gran Melia Jakarta. Seminar ini mengetengahkan daging sebagai salah satu sumber zat besi. Selain dihadiri oleh berbagai media juga dihadiri oleh orang tua, guru, dan anak-anak dari beberapa sekolah yang ada di Jakarta. Dua orang nara sumber turut dihadirkan, yaitu Ibu Isye Iriani selaku MLA Indonesia Country Representative dan Sarah Fauzia S. Puspita dari Badan Konsultasi Gizi IPB. Selain itu juga hadir Imuthia Yanindra (Public Relation), selaku perwakilan dari Gran Melia Jakarta.

Acara diawali dengan seminar mengenai daging sapi sebagai salah satu solusi untuk penyeimbang gizi khususnya zat besi. Dari Menurut data global WHO pada tahun 2000 menunjukkan bahwa penduduk dunia yang kekurangan gizi mikro sekitar hampir 3 milyar. Dimana penduduk yang mengalami kekurangan zat besi karena anemia mencapai 2 milyar dan kebanyakan penderitanya adalah balita. Oleh karena itu pemenuhan zat besi sejak usia balita sangatlah penting.

"Daging sapi memiliki kandungan akan zat-zat penting seperti protein, omega3, zat besi, zinc, dan vitamin B12. Sedangkan zat besi yang terkandung dalam daging sapi merupakan salah satu yang terbaik dan bisa meningkatkan kecerdasan. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk memperhatikan asupan gizi anak mereka terutama saat usia golden age," jelasnya saat ditanya manfaat mengkonsumsi daging sapi bagi anak.

Untuk memenuhi kebutuhan zat besi per hari ternyata diperlukan sebanyak 122gram daging sapi yang setara dengan 7,9kg ikan. Sehingga setiap minggunya disarankan untuk mengkonsumsi daging sapi sekitar 100-150gr/porsi dan disantap sebanyak 3-4 kali dalam seminggu. Sayangnya menurut survey dari 10 orang anak, hanya 2 orang saja yang mengkonsumsi daging sapi. Hal ini memang dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah faktor ekonomi.

Memang tidak semua daging sapi dianjurkan dikonsumsi, melainkan daging merah yang tidak berlemak saja. "Setiap makanan itu unik dan tidak tergantikan begitu pula daging. Oleh karena itu semua makanan harus dikombinasikan agar kita memperoleh asupan gizi yang seimbang misalnya untuk daging ditambahkan sayuran atau buah-buahan," terang Sarah.

Tak hanya itu, ternyata untuk mendapatkan serapan gizi optimal saat memakan daging proses memasak dan mengolah juga menjadi bagian penting. Cara memasak daging juga harus diperhatikan. Misalnya cukup dengan ditumis atau presto, intinya dengan suhu tinggi dan waktu yang singkat agar pengurangan kandungan gizi bisa diminimalis. Tips-tips lainnya pun diberikan kepada para orang tua, misalnya seperti sebisa mungkin daging sapi tidak boleh dicuci agar kandungannya tidak larut dengan air termasuk cara penyimpanan daging yang benar.

Ibu Isye dari MLA pun tak ketinggalan berbagi informasi keunggulan daging sapi Australia, Mulwarra dibanding dengan sapi lokal. Dimana daging sapi asal Australia ini selain mengalami proses aging yaitu dibekukan pada suhu 0Β°C juga terjamin kualitas dan kehalalannya. Untuk lebih dapat memberikan gambaran diperlihatkan mulai dari proses pemeliharaan, pemotongan, pengemasan, sampai proses pengesahan kehalalan oleh Government Halal Consultation, Australia.

Acara pun ditutup dengan perlombaan memasak daging baik dari media maupun ibu dan anak dari perwakilan sekolah. Selain mensosialisasikan kampanye makan daging ini di sekolah-sekolah. MLA juga bekerjasama dengan Hotel Gran Melia, mengajak para orang tua mengikutsertakan anak-anak mereka dalam program kreatif dan promo daging Mulwarra di CafΓ© Gran Via yang berlangsung hingga akhir Desember 2009. (dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads