Ceritarasa dari William Wongso

- detikFood Jumat, 30 Okt 2009 14:13 WIB
Jakarta - Sebuah buku kumpulan resep karya seorang pakar kuliner Indonesia diluncurkan kemarin siang. Di dalam buku mungil ini ada banyak kisah, sentuhan pribadi juga resep-resep tradisional alternatif. Apa yang akan disampaikan oleh sang penulis pada pencinta kuliner?

Tiga puluh dua tahun silam William W.Wongso mulai menapaki dunia kuliner. Perlu waktu begitu lama untuknya menyusun sebuah buku. Maklum saja kegiatannya yang tiada henti membuatnya nyaris kehabisan waktu. Tak hanya keliling nusantara tetapi juga keliling dunia membawa kuliner tradisional.

Kamis siang kemarin bertempat di Kemang Village, buku yang bertajuk 'Ceritarasa William Wongso Kumpulan Resep Alternatif' diluncurkan oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Acara yang dimeriahkan oleh bincang santai William Wongso bersama Bondan Winarno dan Olga Lydia ini membahas seputar kuliner tradisional kita.

Acara yang dipadati oleh para sahabat William dan pemerhati kuliner Indonesia ini dibuka dengan penyerahan buku secara khusus pada sahabat dekatnya. Ibu Tuti Soenardi seorang akar gizi dan kuliner yang dikagumi oleh William, Ny .Ipoel, istri almarhum Ipoel seorang sahabat William yang ahli di bidang Betawi dan Nadja, seorang gadis 10 tahun yang mulai menaruh minat pada kuliner.

"Memasak bukan sesuatu yang sulit tetapi harus menjadi kegiatan menyenangkan. Memasak juga tak harus berpatokan pada resep saja," demikian jelas William Wongso mengenai latar belakang pembuatan bukunya. "Tiap orang terutama juru masak harus mempunyai pengalaman mencicip dan mencicip. Karena dengan mencicip ia akan punya kekayaan rasa, punya cerita rasa tentang beragam makanan sehingga bisa menciptakan beragam resep", demikian imbuhnya.

Buku setebal 88 halaman yang disusun berdasarkan pengalamannya membawakan acara 'Ceritarasa William Wongso' (dulu 'Cooking Adventure with William Wongso') di sebuah stasiun TV swasta. Perjalanannya kelilingnusantara dan dunia dituangkan dalam kreasi resep alternatif.

Mengapa harus alternatif? "Karena saya ingin makin banyak orang suka memasak makanan tradisional. Makanan tradisional tidak harus riber dan repot tetapi bisa tampil elegan tanpa kehilangan rasa aslinya", demikian jelas William. Karena itulah ada resep Ayam Betutu yang bisa dimasak dengan cara prkatis tetapi tetap enak.

Sambal iris khas nasi jamblang Cirebonpun ditampilkan dalam racikan ala sushi yang cantik Atau cakalang fufu dari Manado yang diracik menjadi salad kentang yang enak dan segar. Asinan Jakarta tampil molek dengan tambahan udang bakar. Juga sambal udang batak yang sangat menyala  menggiurkan.

Perjalanan William ke Vietnam juga membuatnya meramu resep lumpia Vietnam dengan isi talas yang enak. Demikian juga setelah mengunjungi Timur Tengah, ia membuat resep Sapi, Kambing dan Ayam rebus ala Sanaan yang gurih alami. Kunjungannya ke pasar tradisional Spanyol membuatnya bertransformasi dengan masakan jamur yang populer di sana.

Buku ini hanya sebuah 'icip-icip' dari perjalanan kuliner William Wongso yang begitu sarat dan penuh pesona. Dari buku ini tak hanya resep saja yang bisa diperoleh tetapi juga cerita soal cita rasa yang sangat beragam dan unik di tiap wilayah di bumi ini. "Kita harus sering icip-icip karena dengan mencicip kita akan menjadi kaya rasa," demikian pesannya.

Nah, sebuah cicip-cicip pengalaman sang pakar sudah bisa dinikmati mulai hari ini. Buku ini bisa diperoleh di semua toko buku Gramedia dengan harga Rp. 65.000,00. Selamat icip-icip!

(eka/Odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com