Para peneliti mengkaji ulang penelitian yang sudah dilakukan 50 tahun lebih terhadap diet dan penyakit jantung. Mereka menemukan bahwa diet berpola Mediterania dengan banyak mengkonsumsi sayuran, kacang-kacangan dan ikan memberi bukti kuat berperan dalam menurunkan resiko penyakit jantung.
Sebaliknya, makan makanan gaya Barat yang tinggi kandungan asam lemak trans, atau makanan yang tinggi indeks glycemicnya justru menaikkan resiko penyakit jantung. Makanan yang tinggi kandungan asam lemak transnya misalnya makanan olahan dan gorengan.Β tinggi. Sedangkan makanan yang indeks glycemicnya tinggi bisa menyebabkan kenaikan kadar gula darah termasuk roti tawar (white bread), pasta dan nasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ulasan tentang diet dan penyakit jantung yang dilakukan Andrew Mente, PhD dari Population Health Research Institute dipublikasikan di Archives of Internal Medicine. Para peneliti menganalisa 146 kasus yang mengacu pada kebiasaan makan dalam kelompok orang dengan resiko penyakit jantung. Kemudian dibandingkan dengan 43 kasus yang menjalani diet atau grup pembanding untuk mengukur efek resiko penyakit jantung. Peneliti menyatukan hasil penelitian dan kemudian mengukurΒ kekuatan dibalik berbagai klaim diet jantung sehat.
Penelitian ini menunjukkan hanya 3 faktor diet khusus memiliki bukti kuat sebagai penakluk penyakit jantung:
- Diet kaya sayuran
- Makan kacang-kacangan yang kaya asam lemak tak jenuh tunggal seperti walnut dan kacang-kacangan lainnya.
- Menganut diet gaya Mideterania yang kaya sayuran, umbi-umbian, buah, kacang-kacangan, gandum utuh, keju atau yoghurt dan ikan.
Peneliti juga menemukan bukti kuat dibalik efek negatif dari faktor diet untuk mengurangi resiko penyakit jantung ini:
- Menganut diet gaya Barat yang sarat daging olahan, daging merah, mentega, bijian yang dikupas dan produk susu tinggi lemak.
- Makanan dengan indeks glycemic yang tinggi.
- Asam lemak trans.

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN