'Credit Crunch', Cokelat Peredam Krisis

'Credit Crunch', Cokelat Peredam Krisis

- detikFood
Senin, 13 Okt 2008 14:10 WIB
Jakarta - Krisis keuangan global membuat banyak orang kecewa, frustrasi dan bad mood. Untuk memberi sedikit rasa nyaman, cokelat Valrhona yang enak ini bakal bisa menjadi penghibur. Manis, langsung lumer di mulut. Tak heran jika cokelat ini laris manis!

Minggu lalu Selfridge, department store Inggris meluncurkan produk cokelat terbaru, 'Credit Crunch'. Cokelat yang dijual dengan nama khusus ini memang ditujukan untuk menandai datangnya krisis keuangan global.

Cokelat yang dibuat dari cokelat bermutu dari Prancis, Valrhona dijual dalam bentuk potongan kecil, dikemas dalam plastik transparan dengan label kuning mencolok dan tulisan 'Credit Crunch' berwarna hitam. Nama 'Crunch' sendiri masih berkonotasi dengan rasa renyah cokelat. Pilihan lainnya berupa cokelat batangan dalam bentuk blok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui rasa manis, lembut dan sifat lumer cokelat setelah terkena suhu tubuh memberi sensasi nyaman dan enak. Ternyata ini bisa meredam rasa cemas, takut dan panik masyarakat Eropa. Buktinya cokelat yang dijual per 150 gram seharga sekitar Rp 68.000 ini laris manis dan membuat angka penjualan cokelat naik 20%.

Ide pembuat 'Credit Crunch' murapakan kolaborasi antara The Chocolate Society dengan pemilik restoran dan food writer, Laura Santin. Sedangkan direktur food &restaurant Selfridge, Ewan Venters punya alasan khusus. "Meskipun orang cenderung ingin berhemar tetapi mereka tetap ingin memanjakan diri dengan sesuatu yang mewah dan berkualitas. Cokelat merupakan solusi yang tepat. Tidak terlalu mahal tetapi bisa memuaskan dan mengangkat mood," demikian ujarnya.

Buat penggemar cokelat di Jakarta rasanya harus lama menunggu. Pasalnya cokelat Valrhona tidak mudah ditemui di sini. Cokelat Valrhona merupakan salah satu jenis cokelat Prancis ternama yang diproduksi di sebuah kota kecil Tain L'Hermitage I di Hermitage, dekat Lyon, Prancis. Valrhona hanya menjual cokelat bermutu saja karena itu harganya lebih mahal dibandingkan dengan cokelat lainnya.
(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads