Beberapa waktu lalu saya pernah mendatangi sebuah pameran pangan yang diadakan di Jakarta belum lama ini. Banyak sekali makanan, masakan dan hasil bumi yang dipamerkan dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari keripik buah yang sangat terkenal di Malang, teh rosella yang kaya antioksidan, sampai dengan jajanan khas dari beberapa daerah di Indonesia.
Selagi asyik berkeliling, saya sempat melihat stand yang memamerkan biji-bijian yang bermanfaat. Mulai dari gandum, bumbu dapur sampai dengan hermada. Hmmm..penasaran saya pun bertanya-tanya sedikit tentang hermada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengandung karbohidrat, biji hermada juga mengandung protein sebanyak 9,4 gram sehingga sangat baik jika dijadikan pangan alternatif pengganti beras. Tidak hanya itu, rasanya pun hampir sama dengan beras sehingga tidak terlalu asing dan mudah diterima oleh lidah orang Indonesia.
Tak hanya sebagai pengganti beras, hermada pun dapat diolah menjadi kue, biskuit, brownies, jenang atau kerupuk. Karena kurang populer maka hermada yang ditanam pertama kali dengan bantuan pemerintah Jepang ini juga tidak bisa diperoleh setiap saat seperti beras.
Keunggulan tanaman hermada ini adalah masa tanam yang relatif pendek dibandingkan dengan padi. Tak hanya itu, hermada juga mampu beradaptasi dengan kondisi yang cenderung kering dan juga cukup toleran terhadap lahan yang kurang subur. Hermada juga tidak memerlukan perawatan khusus seperti tanaman yang lain.
Nah, apakah Anda siap mencicipi hermada sebagai pengganti nasi? (eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN