Grontol Jagung, Nostalgia Manis

Grontol Jagung, Nostalgia Manis

- detikFood
Senin, 16 Jun 2008 15:45 WIB
Jakarta - Tampilannya biasa saja. Biji jagung kekuningan yang dibalut kelapa. Saat dikunyah rasanya gurih-gurih manis plus balutan kelapa yang gurih. Sambil menikmati jajan pasar ini hitung-hitung nostalgia kala masih kecil!!

Pagi itu saya dikagetkan dengan suara seperti klakson kapal. Toot..toot! Kencang plus mengagetkan sekali. Setelah saya longok dari luar pagar grontol jagung sedang lewat di depan rumah. Duh, sudah lama sekali saya tidak pernah menemukan jajanan seperti ini.

Dulu, tukang jajanan pasar ini sering terlihat di sekolah-sekolah. Penjualnya umumnya mbok-mbok gendongan seperti jualan pecel dan biasanya dibarengi dengan candil berwarna-warni. Tapi sekarang sudah lebih modern, karena penjualnya menggunakan gerobak dorong, meskipun tidak dilengkapi dengan jualan candil lagi.
Dulu, grontol jagung disajikan dalam daun pisang atau sering disebut dengan pincuk. Saat ini grontol jagung disajikan dalam wadah plastik, mungkin karena daun pisang sudah jarang dan pastinya lebih mahal dibandingkan dengan plastik. Tapi tetap saja yang menjadi sendoknya adalah suru. Daun kelapa yang dipotong sepanjang kurang lebih 10 cm dan lebar 3 cm lalu ditekuk jadi dua. Hmm..aromanya jadi harum saat grontol masuk ke mulut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Grontol jagung ini merupakan salah satu jenis jajan pasar. Dibuat dari biji jagung jenis yang kuning. Biji jagung direbus dengan air yang diberi sedikit air kapur sirih dan sedikit garam, sehingga saat matang kulit arinya merekah dan jagung jadi empuk-empuk kenyal. Saat masih panas biasanya ditaburi kelapa parut yang sudah dikukus dan diberi sedikit garam dan gula. Karena itu rasanya gurih-gurih manis. Harganya juga murah, per bungkus cukup Rp.1000 saja. Nah, sambil mengunyah saya pun ingat waktu kecil, banyak jajanan tradisional yang enak, murah dan sedap! (eka/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads