Nostalgia Gado-gado Gendong

Nostalgia Gado-gado Gendong

- detikFood
Jumat, 22 Feb 2008 17:19 WIB
Jakarta - Salah satu makanan tradisional Indonesia yang masih bertahan hingga kini salah satunya adalah gado-gado. Meskipun tampil sederhana dengan campuran sayur-mayur makanan ini tetap disukai hampir semua orang. Disajikan dengan bumbu mlekoh nan royal plus taburan kerupuk... hmm sedap nian!

Sebenarnya saya kurang menyukai hidangan sayur-mayur, tetapi entah kenapa kalau gado-gado saya kok suka ya? hehe... Kebetulan saat masih kecil saya suka sekali diajak Ibu menikmati gado-gado yang dijualnya ala gendongan.

Sayur-mayur seperti tauge, kangkung, kacang panjang, labu siam, pare yang semuanya telah direbus ditaruh di wadah dalam bakul oleh si mbok penjual. Plus dengan bumbu kacang yang sedang diulek langsung si mbok di sebelah bakulnya. Wah, seketika bau kacang tanah yang sedang digerus halus pun membuat terbit air liur kami yang sedang mengantri. Slurpp...!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah bumbu selesai diulek barulah si mbok menaruh sayur-mayurnya sekaligus diatas bumbu kacang. Lalu diaduklah sayur-mayur menjadi satu berlumur bumbu mlekoh langsung diatas cobek batu. Nah, gado-gado pun siap disajikan beralas selembar daun pisang yang dibuat seperti pincuk plus taburan bawang goreng dan kerupuk tentunya.

Kini gado-gado pun siap kami santap langsung disamping si mbok penjual. Hmm... rasanya nikmat banget! Bahkan saya yang tidak suka sayuran ini bisa menghabiskan dua porsi. Seiring waktu gado-gado ala gendongan tersebut pun perlahan menghilang, digantikan dengan penjual gado-gado gerobak dan bahkan dijual di resto-resto besar.

Meskipun bahan-bahan dan bumbunya hampir sama, entah kenapa rasanya tidak bisa menggantikan gado-gado gendong si mbok yang cuma seharga 500 rupiah tersebut.
(dev/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads