Alat penyeduh kopi yang satu ini dikenal dengan nama French Press. Meski begitu di beberapa negara seperti Australia, New Zeland, dan Afrika Selatan alat ini juga sering disebut sebagai Coffee Plunger. Sedangkan di negara Eropa lainnya alat ini lebih dikenal dengan sebutan Cafetière.
Seperti namanya 'French Press' ditemukan sekitar tahun 1950-an di Perancis. Alat ini telah dipatenkan oleh Attilio Caliman dari Italia pada tahun 1929 dan seiring waktu disempurnakan kembali oleh Faliero Bondanini. Tak heran kalau meskipun bentuknya terbilang simpel namun French press bisa menghasilkan seduhan kopi yang berkualitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uniknya di bagian dalam ada alat penekan yang terbuat dari jalinan kawat nylon dan penyaring halus (mesh filter) yang menyatu dengan tutup pot. Saringan nylon ini lebih halus daripada saringan yang terbuat dari logam sehingga jika butiran kopi besar dapat tersaring dengan mudah.
Pertama-tama setelah bubuk kopi dituang ke dalam pot, air panas bisa langsung dituangkan ke dalamnya. Yang harus diingat air untuk menyeduh kopi yang baik sebaiknya jangan yang mendidih, cukup bersuhu 80 - 95oC dan jangan diisi terlalu penuh. Sebelum ditutup kopi bisa diaduk terlebih dahulu beberapa kali dan barulah ditutup lalu tunggu sekitar 2-4 menit.
Kemudian barulah gagang French press ditekan secara perlahan ke bawah. Nah, kopi yang nikmat pun sudah siap untuk dinikmati. Ada dua ukuran French press yaitu kecil dan besar (1000ml). Untuk ukuran besar sekali seduh biasanya bisa jadi sekitar 2 cangkir kopi. Nah, ingin membuat kopi praktis senikmat buatan cafe ini sendiri di rumah? French Press kini tak sulit ditemukan salah satunya di supermarket yang menjual aneka produk import.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN