Penamaan es krim Cong Lik ini konon berawal lantaran si empunya sudah berjualan es krim ini sejak belia. Saat ia berjualan es krim dengan menggunakan gerobak dorong sehingga muncullah sebutan dari pembelinya yaitu Cong Lik alias 'Kacung Cilik'. Kacung merupakan bahasa Jawa untuk sebutan pembantu laki-laki kecil. Sebutan tersebut populer hingga kini.
Es puter buatan Cong Lik juga terkenal karena tidak memakai bahan pengawet dan pewarna buatan. Jangan heran kalau es krim ini hanya bertahan sekitar dua jam saja. Sang penjual biasanya menggunakan buah-buahan yang diparut dan kemudian dicampur dengan es, sehingga rasanya suegerrr abis!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang istimewa dari es puter ini selain sangat terasa buahnya, aromanya wangi dan butiran esnya lembut membelai lidah. Hanya dengan membayar Rp 6000,00 pembeli sudah bisa menikmati dua varian rasa es krim. Es puter ini disajikan dalam mangkok kecil dengan dua scoop es krim yang dilengkapi dengan aneka topping berupa serutan kelapa muda, jelly, pacar cina, dan buah durian.
Menurut sang penjual rasa alpukat dan durian adalah favorit para pembeli. Khusus es rasa durian, es puter akan ditambahkan topping berupa sebuah sebiji durian utuh yang membuat rasanya makin maknyuss. Harganya pun berbeda tentunya, yaitu Rp 10.000,00 per mangkok. Hmmm... hitung-hitung sambil menikmati es puter Cong Lik yang enak, kita juga ikut serta melestarikan kuliner Indonesia!
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN