Foto: Bondan WinarnoJakarta -
Keunikan olahan ayam khas Jatim ini terletak pada kuah santan yang kental. Rasanya gurih enak dengan aksen pedas cabai plus aroma bakar yang wangi. Tinggal dinikmati dengan nasi putih!
Bahan: 1 ekor ayam kampung 1 butir kelapa, kupas, parut, ambil 250 ml santan kental dan 500 ml santan encer Haluskan: 10 butir bawang merah 10 siung bawang putih 3 (5 cm)ruas jari kunyit 2 (4 cm) ruas jari jahe 1 (2 cm) ruas jari kencur 2 cabai merah keriting, rebus 2 sdt garam Bumbu Kasar: 1 sdm merica butiran, tumbuk kasar 1 sdm ketumbar, tumbuk kasar 1 sdt jintan 100 g cabai rawit 1 jempol (3 cm) lengkuas, iris kasar 3 batang serai, memarkan 3 lembar daun jeruk purut 2 lembar daun salam
Cara membuat:
Belah ayam dari bagian dada depan ke bawah, lalu bentangkan ayam hingga terbuka lebar.
Lumuri garam dan bakar di atas bara api hinggasetengah matang.
Tumis bumbu kasar hingga wangi.
Masukkan bumbu halus, aduk hingga wangi dan matang.
Tambahkan santan encer ke dalam tumisan. Didihkan.
Masukkan ayam bakar ke dalam wajan, tambahkan serai, daun salam, dan daun jeruk purut.
Teruskan memasak dengan api kecil sampai mendidih.
Tambahkan santan kental. Teruskan memasak dengan api kecil sampai kuahnya menjadi sangat kental (dalam bahasa Jawa disebut: mblondho).
Sebaiknya masakan ini disimpan semalam, dan dipanaskan kembali keesokan hari untuk disantap dengan nasi gurih (nasi uduk) dan urap sayur.
Untuk 6 orang
Resep diperoleh dari: Ibu Susana Bachtiar Warung Lama (sejak 1925) Jl. KH Zainul Arifin 45B Malang, Jawa Timur +62341 363036
Riset disponsori oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk.
Palembang bukan hanya terkenal akan pempeknya. Di kota ini, pindang yang terbuat dari ikan dengan kuah asam-asam pedas juga sangat populer. Buktinya rumah makan Pindang Meranjat ini tak pernah sepi pengunjung.