detikfood
Kamis, 07/04/2011 14:20 WIB

Unik Lezat, Bubur Ayam Manyar

Eka Septia Wulan - detikFood
Ikan dan Produk Olahannya
  • YANGINI BASO IKAN
  • VINISI
  • Tepung Ebi
Lain-lain
Susu dan Makanan Bayi dan Balita
thumbnail Foto: eka/detikFood
Meskipun bukan jadi makanan khas Surabaya, bubur ayam Jakarta ini cukup lekat dilidah masyrakat sekitar. Rasa bubur yang gurih lembut tidak encer plus topping spesial berupa suwiran daging ayam, cakwe, dan tong jai alias sawi asin. Cocok buat sarapan pagi atau makan malam yang gurih hangat dan enak!

Berkesempatan menginjakkan kaki di kota pahlawan, Surabaya tentunya tidak saya lewatkan begitu saja. Mencicipi berbagai macam kuliner tentunya jadi agenda wajib. Seperti malam kemarin, saya diajak seorang teman ke sebuah rumah makan di sekitar Jl. Raya Manyar karena saya ingin menikmati sesuatu yang hangat, jadilah saya diajak mampir ke sini.

Depot Bubur Ayam Jakarta namanya. "Walah, jauh-jauh ke Surabaya kok malah diajak makan bubur Jakarta," batin saya. Tapi melihat pengunjung yang ramai silih berganti, membuat saya penasaran juga. Untunglah masih ada bangku tersisa untuk kami. Meskipun sederhana, rumah makan ini cukup nyaman. Di setiap meja terisi piring-piring berisi sate telur puyuh dan juga sate ati ampela.

Depot bubur ayam yang sudah berdiri sejak 10 tahun silam ini memiliki 2 pilihan bubur ayam, bubur ayam biasa dan juga bubur ayam spesial. Hmm... saya memilih bubur ayam spesial untuk makan malam kali ini. Bubur disajikan dalam mangkok putih, dengan diberi taburan irisan cakwe goreng, suwiran daging ayam, seledri, bawang goreng, emping dan yang membuat saya takjub adalah tong jai alias sayur sawi asin jadi salah satu toppingnya. Kalau dilihat sepintas mirip dengan bubur Cina yang pernah saya temui di daerah Mangga Besar, Jakarta.

Lantas, dimana letak spesialnya? Ternyata saya baru tahu yang membedakan bubur ayam spesial dengan yang biasa adalah adanya telur mentah yang ditaruh di dasar bubur. Telur ayam kampung yang ditaruh di mangkuk kemudian disiram dengan bubur panas sehingga telur pun matang.

Uniknya, ketika diaduk dengan bubur sama sekali tidak meninggalkan jejak amis. Justru rasanya jadi semakin gurih dan enak, mungkin ini dikarenakan beras yang digunakan dimasak dengan campuran kuah kaldu ayam. Tak heran jika aroma amis hilang dan tergantikan dengan rasa bubur yang gurih dan enak!

Lembut dan gurihnya bubur langsung tersa di suapan pertama. Suwiran daging ayam dan potongan sawi asin bikin rasanya makin saya suka. Tambahan sate telur puyuh dan juga sate ati ampela di setiap meja tak luput jadi sasaran saya. Sedikit kecap asin dan sambal sebagai pelengkap rasa pedas yang mantap.Next

(Odi/dev)

Halaman 1 2

Baca Juga
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).