Slurppp... Nikmatnya Kopi Jadoel!

Slurppp... Nikmatnya Kopi Jadoel!

- detikFood
Rabu, 13 Agu 2008 13:47 WIB
Jakarta - Anda penggila kopi? Rasanya sayang untuk melewatkan kesempatan ngopi di warung kopi jadoel yang berumur puluhan tahun ini. Sambil menikmati kopi Anda pun bakal terbius oleh kelezatan roti bakar yang tebal, empuk membuat lidah bergoyang!

Meskipun telah banyak cafe-cafe bertebaran menawarkan kopi, namun warung kopi yang terletak di Jl. Alkateri, Bandung ini mampu bertahan lebih dari 50 tahun lamanya. Bentuk bangunannya antik dan bergaya gothic ternyata masih dipertahankan si empunya hingga kini.

Diantara deretan toko-toko material dan gorden, warung kopi ini berdiri dengan gagahnya dengan jendela jendela besar yang membingkai bagian muka bangunan. Sebelum memasuki pintu masuk yang terbuat dari kayu yang kokoh, saya pun melewati gerobak penjual mi kocok yang mangkal di depan warung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jam baru menunjukkan pukul 7 pagi, namun beberapa meja telah terisi oleh para pengunjung yang hampir semuanya sudah berumur. Agaknya mereka sebagian besar adalah pemilik toko di sekitar daerah tersebut. Slurpp... sambil menyeruput kopi dan menikmati roti serta mi kocok mereka pun asyik mengobrol, membaca koran, atau sekedar sarapan sebelum bergegas ke tempat kerja.

Ketika sedang asyik mengedarkan pandangan, sang pelayan menghampiri dengan membawa dua buah daftar menu. Tak seperti di cafe pada umumnya, di Warung Kopi Purnama jangan harap Anda menemukan coffee latte, espresso, atau cappucino. Di menu hanya tertera kopi saja tanpa embel-embel lain atau kopi dan telur. Bagi mereka yang tak suka kopi, jangan khawatir karena ada teh susu, cokelat susu, mocca susu, lemon tea, dan susu panas yang bisa dijadikan pilihan.

Menurut teman saya roti bakar di warung ini rasanya jempolan dan tak boleh dilewatkan begitu saja. Ya, salah satunya adalah roti bakar srikaya yang menjadi favorit, roti mentega cokelat, roti dadar telur, roti sosis, roti pindakaas dan masih banyak lainnya. "Hmm... kelihatannya enak semua, pesan yang mana ya?" waduh saya pun jadi kebingungan memilih.

Tanpa menunggu lama kopi dah teh susu tersaji diatas meja. Kopinya ditaruh dalam cangkir seperti cangkir kopi rumahan. Kopi yang sudah dicampur susu segar plus gula segera saya hirup. Hmm….aroma wangi kopi robusta sangat lembut menonjok.

Sementara rasa susu segar yang gurih dan harum susu menjadi paduan seimbang kopi tubruk yang enak. Yang mengejutkan gulanya tak berlebihan, pas dan membuat rasa sempurna racikan kopi susu ini. Sampai tetes terakhir (tanpa ampas) saya nikmati keindahan rasanya!  

"Hmm... teh susunya juga enak banget deh, enggak terlalu manis," celetuk teman saya sambil kembali menghirup teh. Slurpp... hirupan pertama teh susu yang saya cicip langsung membuat tubuh segera dialiri oleh rasa hangat. Wah rasanya nyaman sekali, hitung-hitung sebagai pengusir dinginnya udara kota Bandung lumayan dingin pagi itu.

Roti pilihan kami yaitu mentega cokelat dan roti sosis,  masing-masing terdiri dari dua lembar roti tawar loaf. Roti dioles margarin dan dipanggang, tidak kering melainkan lembut, dengan lelehan margarine plus taburan cokelat meisjes. Racikan roti ini persis yang dibuat nenek saya tiap pagi sebelum saya sekolah.

Sedangkan roti sosis tampil tak kalah menggoda, yaitu terdiri atas telur dadar, irisan sosis dan sambal yang menyelimuti permukaan roti. Tampilannya yang menggoda dan isinya yang padat membuat roti sosis ini cocok dipesan untuk pengganjal perut di pagi hari. Hmm rasanya gurih-gurih pedas akibat sambal yang dicocolkan.

Yang membuat istimewa dari roti bakar ini adalah roti jadoelnya yang tebal, empuk, dan tak kering meskipun dipanggang. Roti tawar loaf model ini mirip dengan roti buatan Sumber Hidangan atau roti Sanitas Semarang.

Meskipun disediakan garpu saya lebih suka menikmati roti memakai tangan, saking enaknya saya hampir tak bisa berhenti menyuapkan roti ke dalam mulut. Sesekali roti yang sudah telah dikerat-kerat sehingga memudahkan menyantapnya ini saya cocolkan dalam kopi. Hmm... rasa kopi bercampur dengan gurih mentega dan manis cokelat nyam nyam!

Gara-gara tergoda oleh tumpukan pisang goreng dekat meja kasir (ada juga bakcang yang hangat), sayapun memesan pisang goreng polos. Satu potong pisang raja yang pas masaknya disajikan di atas piring kecil, sedikit dipipihkan dan dimatangkan dengan margarin hingga membentuk alur-alur kering di permukaannya. Rasanya? Hmm... legit dan wangi dengan renyah karamel pisang di bagian luar. Persis buatan nenek saya, hanya saja nenek saya sering menambahkan gula bubuk atau keju parut di atasnya.

Memang untuk sekelas warung harga secangkir kopi ini relatif mahal yaitu Rp 7.000,00 dan Rp 8.000,00 untuk secangkir teh susu. Sedangkan untuk roti mentega cokelat dihargai Rp 10.000,00 dan Rp 13.500,00 untuk roti dadar telur sosis. Namun menurut saya harga tersebut  sebanding dengan cita rasanya yang tak tergantikan.

Kalau mampir ke Bandung selain mi kocok dan mi ayam, kopi plus roti bakar ini bisa jadi alternatif. Hanya saja jangan datang terlalu pagi, karena warung ini buka pukul 06.30 dan tutup menjelang pukul 19.00 malam.

Warung Kopi Purnama
Jl. Alkateri No.22, Bandung
Telp: 022-4201841
(dev/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads