Pulang ke Jogjakarta rasanya seperti mengulang masa-masa kecil, masa-masa lugu. Nah, jadwal tetap saya setiap lebaran adalah pulang kampung. Ya, kampung Jogjakarta pastinya tepatnya di daerah Sleman. Tempat nongkrong favorit saya adalah dialun-alun kidul Jogjakarta, dimana terdapat warung Nasi Angkringan yang luar biasa.
Nah, jadwal tetap saya setiap lebaran adalah pulang kampung. Ya, kampung Jogjakarta pastinya tepatnya di daerah Sleman. Tempat nongkrong favorit saya adalah di alun-alun kidul Jogjakarta, dimana terdapat warung Nasi Angkringan yang luar biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada yang sederhana disitu tapi cukup ngangeni dan cukup sangat dirindukan. Nama warungnya Nasi Angkringan, nasinya cuma sekepal namanya nasi kucing tapi jangan salah sangka nasi lauk daging kucing. Sebenarnya bukan itu, melainkan hanya nasi biasa dengan lauk yang biasa tapi menjadikannya sangat luar biasa, sedap, enak, dan gurih. Sekali makan saya bisa menghabiskan 3-4 bungkus dengan lauk yang cukup sederhana, yaitu kering tempe, ayam satu suir, atau ikan laut satu suir, dan sambal bajak yang begitu ngangeni. Hmm... pokoknya yummy... banget!
Bayangkan saja saya minimum habis 3 bungkus, nasinya putih pulen lalu diatasnya dikasih daun kecil tempat lauk pauk ditempatkan. Tapi terkadang ditambah mi, lauk kering tempe, ikan satu suir dan sambal ajaibnya saja sudah membikin saya ngiler dan ingin pulang tiap mengingatnya. Kalau pulang ke Jogja hampir tiap malam pasti menemukan saya sedang kongkow-kongkow lesehan disana. Ditambah lagi minuman yang sederhana tapi jarang saya temukan di Jakarta, yaitu teh 'Nasgitel', yaitu teh yang panas, legi(manis) dan kental.
Yang membedakan teh nasgitel dengan teh lainnya adalah karena tehnya memakai gula batu. Kalau sudah terbiasa pasti bisa merasakan hangatnya dan yang penting mantap rasanya. Kata orang jawa habis minum teh nasgitel ini rasanya 'cemesplang' dengan kata lain yang pusing dan punya pikiran ruwet, bisa ilang pusing dan ruwetnya.
Bagi penulis-penulis seperti saya, rasanya seperti mendapat imajinasi baru yang datangnya tiba-tiba sekali, belum lagi acara cuci matanya. Tempatnya sendiri cukup strategis dipojok alun-alun kidul Jogjakarta. Harganya? hmmm... sangat miring sekali, sebungkus nasi kucing khas angkringan ini dan teh NAGISTELNYA masing-masing cuma Rp 500,00 saja. Pokoknya tak perlu mahal untuk makanan yang lezat ini.
Tak ketinggalan ada wisata menarik didekat tempat ini. Selain dekat dengan keraton, andapun bisa mencoba ringin kembar. Ditengah alun-alun ini ada ringin kembar yang katanya kalau bisa melewati ringin kembar ini lurus tanpa belok belok, maka apa yang diucapkan atau apa yang diinginkan akan terkabul. Nah gimana, mau coba?
Makanya datang saja ke Jogjakarta untuk nikmati lezatnya nasi angkringan, nasi kucing dan dasyatnya teh (saya menyebutnya teh pembangkit inspirasi). Setelah itu, jangan lupa ucapkan keinginan dan harapan lalu berjalanlah diantara pohon ringin kembar itu. Siapa tahu bisa terkabul keinginannya, selamat mencoba ya!
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN