Aduh Sedapnye! Nasi Uduk Suka Hati Sejak 1970 dengan Ayam Goreng Kalasan

Nasi Uduk Ayam Goreng Legendaris

Aduh Sedapnye! Nasi Uduk Suka Hati Sejak 1970 dengan Ayam Goreng Kalasan

Sonia Basoni - detikFood
Sabtu, 07 Feb 2026 12:00 WIB
Aduh Sedapnye! Nasi Uduk Suka Hati Sejak 1970 dengan Ayam Goreng Kalasan
Foto: detikFood
Jakarta -

Di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, ada warung nasi uduk yang sudah jualan dari 1970-an. Tempat ini terkenal dengan ayam goreng kalasannya yang enak.

Berburu nasi uduk gaya Betawi cukup mudah di Jakarta karena ada banyak tempat makan nasi uduk di sini. Konsepnya beragam, dari yang modern, kekinian, klasik sampai yang masih tradisional dan bertahan puluhan tahun.

Salah satunya warung Nasi Uduk Suka Hati yang berjualan sejak tahun 1970-an. Kini warungnya dikelola oleh generasi kedua, tapi masih mempertahankan resep sampai ciri khas menunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak aspek istimewa saat santap di sini mulai dari rasa nasi uduknya, gaya ayam goreng yang berbeda, sampai racikan sambal dengan acarnya yang bikin nagih.

Berikut menu-menu andalan hingga kisah berdirinya salah satu warung nasi uduk tertua di Jakarta ini:

ADVERTISEMENT

1. Eksis Sejak 1970

Aduh Sedapnye! Nasi Uduk Suka Hati Sejak 1970 dengan Ayam Goreng KalasanWarung Nasi Uduk Suka Hati Sejak 1970. Foto: detikFood

Salah satu tempat makan nasi uduk legendaris di Jakarta adalah Nasi Uduk Suka Hati. Lokasinya ada di Jalan Gunung Sahari XI No. 81, Jakarta Pusat.

Dengan tampilan warung sederhana, Nasi Uduk Suka Hati disebut sebagai salah satu nasi uduk Betawi terenak dan paling legendaris di Jakarta. Usaha ini sekarang dijalankan oleh Sumilah, yang awalnya membantu mertuanya.

"Saya sudah bantu jualan nasi uduk ini ada lebih dari 30 tahun ya. Sampai sekarang semua resep, bumbu ayam dan nasi uduk itu masih sama," ungkap Sumilah ke detikFood (04/02/2026).

2. Nasi Uduk Betawi Resep Turun Temurun

Aduh Sedapnye! Nasi Uduk Suka Hati Sejak 1970 dengan Ayam Goreng KalasanSumilah, pemilik Nasi Uduk Suka Hati. Foto: detikFood

Setiap hari, Sumilah mengaku bisa menghabiskan sekitar 15 liter beras untuk mengolah nasi uduk. Sementara untuk racikan bumbu atau rempah yang digunakan, tak berbeda dari nasi uduk lainnya.

"Bumbunya biasa saja, kita pakai rempah seperti sereh, serai, daun salam, seperti itu. Cuma untuk menjaga rasanya, nasi uduk setelah matang, kita tidak masukkan ke magic jar, melainkan disimpan di panci," tutur Sumilah.

Aduh Sedapnye! Nasi Uduk Suka Hati Sejak 1970 dengan Ayam Goreng KalasanNasi Uduk Suka Hati Sejak 1970. Foto: detikFood

Aroma nasi uduk di sini cukup harum dari paduan santan dan rempah yang digunakan. Di atasnya diberi taburan bawang goreng, sehingga rasa nasi uduknya gurih dan sedap. Tekstur nasinya juga bukan yang lembek, melainkan sedikit keras tapi tetap enak untuk dimakan.

3. Ayam Goreng Kalasan yang Unik

Aduh Sedapnye! Nasi Uduk Suka Hati Sejak 1970 dengan Ayam Goreng KalasanAyam Goreng Kalasan Foto: detikFood

Berbeda dengan warung nasi uduk Betawi lain yang menawarkan ayam goreng bumbu kuning, kalau di Suka Hati, primadonanya adalah ayam kalasan yang cenderung manis dan gurih.

"Di sini pakainya ayam kampung, kalau bumbunya memang dari dulu dominan manis, karena pakai gula merah sedikit. Banyak juga yang sebut ini ayam goreng kalasan khas Jawa, tapi sebenarnya ini resep keluarga turun temurun," ungkap Sumilah.

Aduh Sedapnye! Nasi Uduk Suka Hati Sejak 1970 dengan Ayam Goreng KalasanButuh waktu sekitar 8 jam untuk mengungkep ayam kampung dengan bumbu ini agar teksturnya lembut dan juicy. Foto: detikFood

Butuh waktu sekitar 8 jam untuk mengungkep ayam kampung dengan bumbu ini agar teksturnya lembut dan juicy. Bagian bumbunya meresap ke dalam, mirip seperti ayam presto.

"Kita gorengnya setengah kering, jadi seperti ayam goreng basah. Ciri khasnya memang disitu, manis gurih dan lembut," lanjut Sumilah.

4. Paduan Nasi Uduk dan Ayam Goreng Legendaris

Aduh Sedapnye! Nasi Uduk Suka Hati Sejak 1970 dengan Ayam Goreng KalasanNasi Uduk Suka Hati dengan Ayam Goreng Kalasan Foto: detikFood

Setiap harinya, Sumilah mengolah lebih dari 30 ekor ayam kampung. Lengkap dengan tambahan menu tahu, tempe dan ati ampela, yang menggunakan bumbu ungkep yang sama.

"Selain ayam gorengnya yang basah, di sini juga terkenal dengan racikan sambalnya. Kalau nasi uduk Betawi itu, wajib ada sambal kacang, sambal merah sama acar timun. Nah, di sini sambal merahnya itu kita pakai udang kering jadi lebih gurih," tutur Sumilah.

Aduh Sedapnye! Nasi Uduk Suka Hati Sejak 1970 dengan Ayam Goreng KalasanKombinasi sambal dan acar. Foto: detikFood

Masalah rasa, memang tidak perlu diragukan lagi. Seporsi nasi uduk, ayam goreng, tahu dan tempe serta kombinasi sambalnya langsung 'kawin' di lidah. Rasa gurih manis dari ayam gorengnya, menambah cita rasa baru dari nasi uduk Betawi yang dominan gurih.

Aduh Sedapnye! Nasi Uduk Suka Hati Sejak 1970 dengan Ayam Goreng KalasanMenu tahu tempe. Foto: detikFood

Untuk ayam goreng di sini, harganya Rp 24.000 per potong. Sementara nasi uduk harganya Rp 8.000 per porsi dan menu tahu tempe harganya Rp 3.000 per biji.Kalau mau makan di sini, usahakan datang sebelum pukul 4 sore ya, sebelum kehabisan. Yuk cobain!

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Shawarma Jumbo, Satu Porsi Bikin Kenyang"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads