Bubur Ayam Plus Musik Khas Cikini

Bubur Ayam Plus Musik Khas Cikini

- detikFood
Jumat, 10 Feb 2006 10:36 WIB
Jakarta - Bubur ayam yang satu ini memang sudah melegenda. Kelezatan rasanya sudah tak asing di kalangan pecinta makanan, terlebih bagi yang memang "maniak" bubur. Karenanya kami terpanggil untuk menyantapnya. Memasuki area warung makan yang ada di tepi jalan raya ini, kami disambut dengan alunan gending jawa lengkap dengan sinden atau penyanyinya. Wuahh...ternyata ada live musicnya juga, serasa sedang makan di cafe. Sambil diiringi alunan musik jawa yang dibawakan oleh sinden tersebut, kami memesan seporsi bubur ayam lengkap dengan ati ampelanya.Perhatian kami yang sempat tertuju pada alunan musik jawa terhenti ketika kepulan aroma wangi tersembul dari bubur ayam yang menggiurkan ini. Sekilas dari tampilannya saja sudah terbayang kelezatannya. Hmm...nyam-nyam... sesuap demi sesuap bubur ayam yang masih mengepul menari-nari di lidah kami. Banyak sekali kejutan yang kami temukan di dalam sepiring bubur ayam ini. Selain tekstur bubur yang lembut ternyata bubur ini menyimpan rasa hangat yang khas. Rasa hangat ini ternyata tercipta bukan dari proses memasak namun dari rasa jahe yang tersembunyi dalam bubur tersebut. Tentu saja sangat pas dengan udara malam yang mulai terasa dingin menggigit. Suapan selanjutnya mengarah ke topping dan ati ampela yang dililit dengan usus. Saat kami mulai "membedah" isi topping tersebut, seketika bermunculan suwiran ayam kampung yang gurih dan tak anyir. Belum lagi potongan-potongan cakwe goreng yang renyah dan taburan kacang kedelai serta emping yang krenyes-krenyes bila digigit. Taburan bawang gorengnya pun turut menyempurnakan citarasa bubur ayam ini. Waahh...hampir saja kami melakukan kesalahan fatal karena nyaris melupakan ati ampelanya. Padahal ati ampel ini justru the best part dari legenda cita rasa bubur Cikini, selain kelembutan serta rasa gurih bubur ayam tersebut tentunya.Gigitan pertama ternyata langsung meluluhlantahkan lilitan usus yang membalut ati ampela. Slruup...dalam satu hisapan saja lilitan usus tersebut masuk ke dalam mulut...yummy...gurih sekali rasanya dan sama sekali tak berbau anyir ataupun terasa alot ketika digigit. Bagaimana dengan ati ampelanya sendiri? Ternyata tak kalah gurihnya dengan usus yang melilitnya. Bayangan kami mengenai ati ampela yang pahit, anyir serta alot akhirnya bisa kami singkirkan jauh-jauh dari pikiran kami. Perpaduan yang sangat serasi bila ati ampel tersebut dicocolkan ke dalam sambal kacang, rasa gurih dan renyah akan berbaur dengan rasa pedas, waaoo...benar-benar mantap.Bagi yang sedang menghindari jeroan, tak ada alasan untuk tak mencicip kenikmatan bubur ayam yang satu ini. Karena di sini juga tersedia bubur ayam telur. Telur ayam ini meskipun telur ayam mentah yang dicampur ke bubur yang masih panas, tapi tak meninggalkan aroma amis ataupun rasa eneg. Selain bubur ayam, menu warung ini juga menyediakan nasi uduk dengan aneka lauk pauk yang komplet, seperti ayam goreng/bakar, udang, tahu, tempe, empal, paru goreng, sate jeroan plus sambal dan lalapannya. Jika Anda kebetulan sedang lembur kantor atau sedang dalam keadaan tak bisa keluar rumah untuk sekedar mencari makan, jangan bersedih hati karena warung ini menyediakan jasa pengantaran makanan alias delivery. Mengenai harga, tak perlu dipertimbangkan karena semuanya masih bisa diterima akal sehat. Jadi jika Anda butuh penghangat perut di malam yang dingin plus alunan gamelan jawa, melangkahlah ke daerah Cikini dan carilah warung yang satu ini.Bubur Ayam CikiniBuka pukul : 18:00 - 00:00 wibTelp. 08179891746 (ely/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads