Tongseng Pak Agus : Gurih Mlekoh! Tongseng Kambing Legendaris di Masjid Sunda Kelapa

Devi Setya - detikFood Selasa, 21 Jan 2020 12:00 WIB
Foto: Devi S. Lestari/detikFood
Jakarta - Selain sate dan gulai, olahan daging kambing yang tak boleh dilewatkan adalah tongseng. Apalagi tongsengnya dimasak dengan api arang, wah sedap!

Kelezatan tongseng kambing khas Solo sudah tak diragukan lagi. Salah satu tempat bersantap tongseng kambing yang enak dan autentik ada di kawasan Menteng, tepatnya di area Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Sedapnya tongseng Pak Agus ini sudah tersohor sejak puluhan tahun lalu. DetikFood pun merasa penasaran, apa benar rasanya bisa bikin selera melayang.

Kedai Pak Agus ini tidak menempati bangunan permanen, melainkan hanya gerobak sederhana. Untuk tempat makannya, pengunjung bisa duduk nyaman di area yang memang jadi pusat kuliner Masjid Sunda Kelapa.
Tongseng Pak Agus : Gurih Mlekoh! Tongseng Kambing Legendaris di Masjid Sunda KelapaFoto: Devi S. Lestari/detikFood

Mendekati gerobak Pak Agus, hidung kami langsung bisa mendeteksi aroma sedap khas tongseng. Benar saja, kepulan asap tipis keluar perlahan dari wajan kecil yang berisi tongseng siap hidang.

Perempuan ramah langsung menyapa kami seraya bertanya pesanan. Ternyata ini adalah Wasriyah, istri dari Pak Agus. Ia dibantu anak-anaknya melayani pesanan tongseng pengunjung.

Dua mangkuk tongseng langsung tersaji di meja, tak perlu menunggu waktu lama karena memang tongseng sudah diolah dalam porsi banyak sekaligus. Tongseng dengan warna kuah oranye kemerahan ini punya tampilan yang menggoda.

Kuahnya kental dengan sedikit jejak minyak menggenang di permukaannya. Isiannya ada irisan kol dan potongan daging kambing. Sebagai bumbu pelengkap, kami juga melihat ada irisan tomat hijau, cabai merah dan bawang bombay. Kalau suka pedas, Pak Agus menyajikan irisan cabai rawit merah yang bisa ditambahkan sesuai selera.
Tongseng Pak Agus : Gurih Mlekoh! Tongseng Kambing Legendaris di Masjid Sunda KelapaFoto: Devi S. Lestari/detikFood

Sluurrrp! Kami menyeruput kuahnya yang hangat. Semburat rasa manis berbumbu dari tongseng dilengkapi dengan jejak rasa pedas yang tipis dari cabai yang dihaluskan. Manisnya tongseng berasal dari kecap manis yang juga sekaligus membuat warna kuahnya agak gelap. Sementara konsistensi yang kental diperoleh dari campuran santan segar.

Puas mencicipi kuahnya, kami langsung menyuapkan irisan kol yang juga jadi ciri khas tongseng. Awalnya kami mengira kalau kol ini akan layu dan lembek karena terus menerus dipanaskan, tapi ternyata tidak. Kol masih tetap segar dan tingkat kematangannya pas.

Nah yang jadi jagoannya tentu saja potongan daging kambingnya. Ukuran potongannya terbilang cukup besar dan porsinya banyak. Daging kambing punya tekstur empuk juicy, sama sekali tidak keras ataupun alot. Demikian juga dengan aromanya, kami tidak mendapati aroma prengus khas kambing.

Semangkuk tongseng dengan nasi putih dibanderol dengan harga Rp 20 ribu saja. Menurut kami harga ini relatif terjangkau, mengingat rasa dan porsinya yang banyak.
Tongseng Pak Agus : Gurih Mlekoh! Tongseng Kambing Legendaris di Masjid Sunda KelapaFoto: Devi S. Lestari/detikFood

Pak Agus diketahui sudah berjualan tongseng sejak tahun 1980-an. Dahulu berjualan dengan cara dipikul tapi kini ia memilih untuk menetap di depan Masjid Sunda Kelapa. Meski usia usahanya sudah lebih dari 30 tahun tapi pelanggannya tak pernah sepi, kini dalam sehari setidaknya dibutuhkan 20 kilogram daging kambing untuk diolah jadi tongseng.

Selain bumbu dan kualitas daging kambing segar, yang menjadi kunci kelezatan tongseng racikan Pak Agus ini adalah proses memasaknya yang masih sangat sederhana. Tongseng masih dimasak secara tradisional menggunakan arang kayu.

"Memasaknya lama, kita masih pakai arang. Dulu dimasak satu-satu, sekarang banyak yang nggak sabar jadi masak sekaligus banyak," jelas Wasriyah.

Sebenarnya selain tongseng, ada juga menu sate dan nasi goreng namun kami kurang beruntung karena dua menu ini sudah ludes diborong pembeli. "Itu cuma selingan jadi kami nggak sedia banyak. Kalau hari minggu gini cepat habisnya," lanjut Wasriyah.

Puas makan tongseng, paling enak menyeruput segelas es kelapa muda. Oiya, pusat kuliner Masjid Sunda Kelapa ini juga bisa jadi destinasi kulineran. Ada banyak penjual makanan yang bisa disambangi mulai dari batagor, mie ayam, nasi goreng hingga aneka gorengan. Tergoda mampir?

Tongseng Pak Agus
Pelataran Parkir Masjid Sunda Kelapa
Jl. Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat
Buka : Setiap hari pukul 10.00-17.00

Simak Video "Gurih Lezat Tongseng Kambing Pak Agus di Masjid Sunda Kelapa"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)