Warung Laksa Pak Inin: Slurpp! Segarnya Laksa Bogor dengan Tahu dan Oncom

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 25 Sep 2017 12:12 WIB
Foto: dok. detikFood Foto: dok. detikFood
Jakarta - Di Bogor ada warung laksa legendaris sejak tahun 1965. Racikannya gurih segar dengan tahu dan oncom sebagai isian laksa. Tak ketinggalan taburan serundeng yang manis gurih.

Ada dua jenis laksa yang umum ditemui. Laksa Betawi dan Bogor sama-sama menggunakan ketupat, bihun, tauge dan daun kemangi sebagai bahan dasar. Ada pula penambahan tahu kuning dan telur rebus dalam sajian berkuah kuning ini. Hanya saja bumbu keduanya sedikit berbeda.

Laksa Betawi biasanya dilengkapi udang rebon dalam bumbu kuahnya, sementara laksa Bogor menggunakan oncom. Penasaran mencicip laksa Bogor, kami mampir ke Warung Laksa Pak Inin yang terbilang legendaris karena sudah ada sejak 1965.

Warung Laksa Pak Inin: Slurpp! Segarnya Laksa Bogor dengan Tahu dan OncomSuasana Bersantap di Warung Laksa Pak Inin (Foto: dok. detikFood)

Warung makan ini cukup jauh dari pusat kota Bogor. Lokasinya ada di Cijeruk, Cihideung, Bogor. Dari Stasiun Batu Tulis cukup ambil arah kanan setelah menemui pertigaan. Kira-kira dalam 15 menit, warung makan bisa ditemui di sisi kanan jalan.

Warung Laksa Pak Inin rupanya menempati bangunan amat sederhana. Dinding dan atap bangunannya masih berupa bambu, sementara di dalamnya ada susunan meja dan bangku kayu. Lantainya juga masih tanah yang belum dipelur semen.

Warung Laksa Pak Inin: Slurpp! Segarnya Laksa Bogor dengan Tahu dan OncomBagian Depan Warung Laksa Pak Inin (Foto: dok. detikFood)

Mampir ke Warung Laksa Pak Inin di akhir pekan, kami mendapati antrean pengunjung. Meski warung sederhana dan lokasinya cukup jauh dari pusat kota, ternyata banyak orang mencari racikan laksa di sini. Mereka sabar mengantre menunggu sekitar 4 pegawai meracik pesanan.

Mengintip proses memasaknya, laksa buatan Pak Inin masih menggunakan metode sederhana. Laksa dihangatkan di atas tungku kayu bakar di bagian depan warung. Sang pemilik warung, Yuningsih yang merupakan anak Pak Inin mengatakan pemasakan seperti ini mampu membuat aroma dan rasa laksa lebih nikmat.

Kami sempat mengintip bagaimana Yuningsih meracik laksa Bogor. Dalam mangkuk, ia memasukkan potongan ketupat, tauge, sedikit oncom dan bihun. Wanita yang sudah 9 tahun mengelola warung ini lalu menuangkan kuah ke bihun, meniriskan kuah dan kemudian menuangkannya lagi. Proses ini dilakukan beberapa kali untuk membuat kuah laksa lebih meresap.

Warung Laksa Pak Inin: Slurpp! Segarnya Laksa Bogor dengan Tahu dan OncomBahan untuk Meracik Laksa Bogor di Warung Laksa Pak Inin (Foto: dok. detikFood)

Seporsi laksa dengan telur rebus hanya dibanderol Rp 10.000. Nampak laksa dilengkapi sepotong tahu kuning, sebutir telur rebus dan taburan serundeng. Isiannya bihun, tauge, daun kemangi dan remahan oncom.

Slurrpp! Kuah laksa terasa gurih manis begitu pertama disesap. Tekstur kuahnya juga pekat karena menggunakan santan segar dan kelapa parut. Sentuhan rasa segar tercecap khas dari daun kemangi.

Warung Laksa Pak Inin: Slurpp! Segarnya Laksa Bogor dengan Tahu dan OncomSeporsi Laksa dengan Telur Rebus Harganya Rp 10.000 Saja (Foto: dok. detikFood)

Nyamm! Kami sangat suka potongan tahu kuning yang super lembut di sini. Rupanya tahu sudah direbus bersama kuah laksa dalam waktu cukup lama. Keseluruhan laksa makin enak saat isiannya diaduk dan ditambahkan sambal yang tidak terlalu pedas. Tambahan kerupuk putih menyempurnakan sajian ini.

Oia, Pak Inin hanya menawarkan laksa sebagai menunya. Tapi pengunjung bisa memilih ingin laksa dengan atau tanpa telur rebus. Dalam sehari Yuningsih bercerita bisa menghabiskan 300 buah ketupat dan 25 lembar oncom merah.

"Bikin kuah laksanya di rumah, di sini tinggal ngeracik dan manasin aja," pungkas Yuningsih pada detikFood (24/9). Nah, tertarik mencoba? Pastikan mampir ke Warung Laksa Pak Inin saat ke Bogor ya!

Warung Laksa Pak Inin
Jl. Raya Cihideung, Kampung Cijeruk, Desa Palasari RT 02/2
Cijeruk, Bogor
Telepon: 081297305335
Buka tiap hari (Kecuali Jumat)
Jam: 09.00-16.00 WIB

(adr/odi)
Load Komentar ...