Sate Mak Adjat: Lamaknyo Sate Lidah Sapi Padang Panjang Racikan Mak Adjat yang Legendaris

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Selasa, 13 Des 2016 17:41 WIB
Foto: detikFood Foto: detikFood
Jakarta - Sejak 80 tahun lalu, Mak Adjat meracik sate Padang khas Padang Panjang. Ada irisan lidah, daging sapi, dan tulang muda dalam setusuk sate yang nikmat.

Menyebut sate Padang legendaris di Jakarta tak bisa meninggalkan sate Mak Adjat. Warung sate Padang di Gunung Sahari ini buka sejak tahun 1960. Gerainya berupa warung tenda di dekat perempatan lampu merah kawasan Gunung Sahari Raya.

Dari pinggir jalan nampak spanduk kuning dengan deretan huruf merah bertuliskan "Sate Mak Adjat." Warna spanduk cerah ini memudahkan kami saat ingin melipir bersantap. Masuk ke dalam warung, kami langsung disantap kepulan asap bakaran sate yang menggoda selera.

Area bersantapnya sederhana. Berupa bangku-bangku plastik dan meja panjang yang kira-kira bisa menampung 20 tamu. Pegawai sigap memberikan lembaran menu begitu kami memilih duduk di area tempat meracik sate. Menu Sate Mak Adjat rupanya hanya ada dua yaitu sate Padang dan soto Padang.

Sate Mak Adjat: Lamaknyo Sate Lidah Sapi Padang Panjang Racikan Mak Adjat yang LegendarisFoto: detikFood

Meski begitu, pelanggan setia sudah tahu bahwa untuk sate mereka bisa memilih isian berbeda. Ada sate lidah, daging sapi, tulang muda, atau campuran ketiganya. Boleh memesan sate saja atau dengan tambahan ketupat.

Kami memilih sate Padang + ketupat (Rp 35.000) dan soto Padang (Rp 30.000) sebagai santapan sore. Tak menunggu lama, 10 tusuk sate campur dengan irisan ketupat tersaji di meja. Sate masih sedikit berasap karena baru saja dibakar. Terlihat kuah kuning kental menggenangi sate.

Aroma rempah yang harum lembut tercium dari sajian ini. Hmmm... Membuat kami tak sabar mencicipnya! Dalam satu tusuk sate terlihat selingan potongan lidah, daging sapi, dan tulang muda. Warnanya cokelat gelap dan sedikit sulit dibedakan karena tertutup kuah kental.

Kuah kuning ini terasa gurih dengan cita rasa rempah yang kuat. Tercecap paduan rasa kunyit, kapulaga, ketumbar, dan lada dalam sajian ini. Agaknya daun kunyit dan daun jeruk turut ditambahkan dalam bumbu kuah. Menciptakan paduan rasa gurih berempah yang seimbang.

Sate Mak Adjat: Lamaknyo Sate Lidah Sapi Padang Panjang Racikan Mak Adjat yang LegendarisFoto: detikFood

Makin enak karena potongan lidah dan daging sapinya begitu empuk. Tak tercium aroma atau jejak rasa anyir sedikitpun. Kami jatuh cinta dengan tekstur isian sate yang sedikit kenyal.

Sementara ketupat yang jadi pelengkap sate, teksturnya agak padat dan keras. Seandainya sedikit lebih lembut, ketupat pasti akan menyempurnakan racikan sate Mak Adjat.

Mak Adjat, sosok legendaris yang meracik sate ini sudah berjualan sate Padang sejak tahun 1936. Atau sekitar 80 tahun lalu di Padang Panjang. Hal ini dituturkan Akmal, cucu sekaligus generasi ketiga pemilik warung Sate Mak Adjat saat ditemui detikFood (7/12).

"Kakek (mak) saya mulai berjualan tahun 1936. Tapi di Jakarta orang tua saya membawanya tahun 1960. Berarti sudah 56 tahun di Jakarta," ujar Akmal. Menurutnya ciri khas sate Padang Panjang adalah kuah yang kekuningan. Berbeda dengan sate Pariaman yang merah.

Akmal menuturkan, "Image Sate Mak Adjat itu adalah lidah sapinya. Sehari kita bisa pakai 30-50 kg lidah sapi." Meski begitu ada juga potongan sate yang hanya daging sapi. "Dagingnya kita ambil dari bagian paha yang lemaknya sudah dibersihkan. Jadi lebih empuk," sambung Akmal.

Jenis sate lainnya adalah sate yang berisi tulang muda saja. "Tulang muda ini ada di pangkal lidah. Di tenggorokkan ada tulang rawan, nah tulang ini yang dipakai. Teksturnya lebih kenyal ada crispy juga."

Sate Mak Adjat: Lamaknyo Sate Lidah Sapi Padang Panjang Racikan Mak Adjat yang LegendarisFoto: detikFood

Soto Padang tak ingin kami lewatkan. Nampak potongan daging sapi, suun, perkedel kentang, dan kerupuk merah berendam dalam kuah bening kekuningan.

Begitu diseruput, tercecap cita rasa kapulaga yang kuat dari kuah soto. Paduan daging sapi yang empuk dengan lembutnya perkedel kentang dan suun benar-benar melengkapi kenikmatan soto.

Soto Padang ini memang cocok disantap malam hari. Badan terasa lebih segar usai menyantap seporsi soto ini.

Sate Mak Adjat: Lamaknyo Sate Lidah Sapi Padang Panjang Racikan Mak Adjat yang LegendarisFoto: detikFood

Oia, tak jauh dari warung Mak Adjat ada penjual aneka es yang menunya juga bisa dipesan di sini. Kamipun memesan Es Campur (Rp 15.000) untuk segarkan tenggorokan. Es berwarna pink ini diberi isian cincau hitam, kolang-kaling, alpukat, tape, dan kelapa mudah. Sungguh jadi menu penutup yang pas.

Nah, kalau sore ini melintasi Gunung Sahari atau mau mencari sate Padang enak, mamprilah ke sini. Seporsi sate lidah empuk dan racikan soto Padang nikmat siap menghangatkan perut Anda. Yuk, coba!



Sate Mak Adjat

Jl. Gunung Sahari Raya Nomor 50
Telepon: 081298406633
Jam buka: 18.00-00.30 WIB

(adr/odi)